KKN Untag Semarang Dorong UMKM Mijen Naik Kelas, Bentuk Paguyuban Kemiri

Kegiatan KKN Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 itu diikuti 16 pelaku UMKM dan berlangsung selama satu hari di Pendopo RW 03 Kelurahan Mijen. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin mandiri dan berdaya saing terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.

Salah satunya melalui pelatihan digital marketing, packaging, hingga pembentukan paguyuban UMKM di RW 03, Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Kegiatan KKN Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 itu diikuti 16 pelaku UMKM dan berlangsung selama satu hari di Pendopo RW 03 Kelurahan Mijen.

Program tersebut dirancang tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan kreativitas, memperluas pasar, dan memperkuat kemandirian ekonomi.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan Lurah Mijen Diyah, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNTAG Semarang Prof. Dr. Dra. Hikmah, SE., M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan Dra. Janti Soegiastuti, SE., M.Si., serta Ketua RW 03 Ngadiman.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pengembangan usaha. Materi digital marketing disampaikan Ryan Arya Pramudya, pelatihan packaging oleh Nur Atika Yuniarti, sedangkan materi pembentukan paguyuban UMKM disampaikan Janti Soegiastuti.

Melalui materi digital marketing, para pelaku usaha diajak memahami pentingnya memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak mencari dan membeli produk melalui platform daring, kemampuan memasarkan produk secara digital menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Sementara itu, pelatihan packaging menekankan bahwa kemasan bukan sekadar pembungkus produk. Kemasan yang informatif, menarik, dan sesuai dengan karakter produk dinilai mampu meningkatkan daya tarik sekaligus memberikan nilai tambah di mata konsumen.

“Pelaku UMKM tidak hanya dituntut mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga harus mampu mengemas dan memasarkannya dengan baik agar memiliki daya saing,” menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Tidak berhenti pada pelatihan, kegiatan KKN itu juga melahirkan sebuah wadah bersama bagi para pelaku UMKM di RW 03. Berdasarkan kesepakatan peserta, kelompok tersebut diberi nama Paguyuban UMKM Kelurahan Mijen Mandiri (Kemiri).

Pembentukan paguyuban menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat UMKM melalui kerja sama. Melalui wadah tersebut, para pelaku usaha dapat saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, membangun jejaring, hingga membuka peluang kolaborasi dalam mengembangkan usaha.

Para pelaku UMKM juga didorong untuk mulai mengoptimalkan akun penjualan online serta menerapkan kemasan baru yang lebih menarik. Dengan langkah tersebut, produk UMKM diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Keberadaan Paguyuban UMKM Kemiri diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan UMKM Mijen secara berkelanjutan. Pendampingan dari berbagai pihak masih diperlukan, terutama dalam membuka akses sertifikasi produk, permodalan, peningkatan kapasitas usaha, hingga perluasan jaringan pemasaran.

Peluang pemasaran juga terbuka melalui kegiatan bazar yang rutin diselenggarakan di lingkungan RW 03 setiap Minggu pagi. Bazar tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat, sekaligus membangun komunikasi dengan calon konsumen.

Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi, program KKN UNTAG Semarang diharapkan tidak berhenti ketika masa KKN berakhir. Justru, terbentuknya Paguyuban UMKM Kemiri diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama untuk membawa UMKM Mijen naik kelas.

Ke depan, Kemiri diharapkan mampu tumbuh menjadi wadah UMKM yang semakin mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Pada akhirnya, penguatan UMKM tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan, tetapi juga mampu memperkuat perekonomian keluarga dan masyarakat di Kelurahan Mijen. St

Share This Article
Exit mobile version