KKN Untag Semarang Salurkan 6.270 Bibit, Dorong Ketahanan Pangan Warga Mijen

Mahasiswa KKN Untag menyalurkan 6.070 bibit tanaman dan 200 bibit ikan lele kepada masyarakat sebagai bagian dari Program BULIR PADI (Budidaya Lahan Pekarangan Rumah untuk Mendukung Ketersediaan Pangan dan Gizi Keluarga di Kota Semarang). Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah.

Di posko Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen Kota Semarang, mahasiswa KKN menyalurkan 6.070 bibit tanaman dan 200 bibit ikan lele kepada masyarakat sebagai bagian dari Program BULIR PADI (Budidaya Lahan Pekarangan Rumah untuk Mendukung Ketersediaan Pangan dan Gizi Keluarga di Kota Semarang).

Kegiatan tersebut didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang dan didampingi tim dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNTAG Semarang). Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

Ketua KKN di Kelurahan Mijen, Naufal Faris, menjelaskan bahwa penyaluran bibit merupakan langkah konkret untuk membantu masyarakat mengembangkan sumber pangan dari lingkungan tempat tinggal. Bibit tanaman yang disalurkan terdiri atas beragam jenis sayuran, di antaranya tomat, kangkung, seledri, serta berbagai tanaman lainnya.

“Program ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat. Dengan adanya bibit tanaman dan ikan lele, kami berharap warga dapat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menghasilkan pangan secara mandiri,” jelas Naufal.

Program tersebut juga sejalan dengan pendekatan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan rumah tangga. Kementerian Pertanian menyebut optimalisasi pekarangan dapat menjadi salah satu upaya memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, sekaligus berpotensi mengurangi pengeluaran rumah tangga dan memberikan tambahan pendapatan.

Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis, masih terdapat 128 dari 177 kelurahan atau 72,32 persen yang memerlukan intervensi untuk meningkatkan aspek ketersediaan pangan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan ketahanan pangan tidak hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat di tingkat keluarga.

Program Bulir Padi menjadi salah satu bentuk intervensi yang mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lahan di sekitar rumah. Pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan juga telah banyak dikembangkan dalam konsep pertanian perkotaan di Kota Semarang sebagai upaya meningkatkan kemandirian pangan keluarga.

Dekan FTP UNTAG Semarang, Dr. Enny Purwati Nurlaili, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa program ini memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan FTP, khususnya dalam hal pengelolaan pangan. Menurutnya, pemberian bibit perlu diikuti dengan pemahaman mengenai bagaimana tanaman dikelola sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pengelolaan tanaman ini menjadi bagian dari unggulan FTP, yaitu pengelolaan pangan. Jadi, tidak hanya bagaimana menanam, tetapi bagaimana tanaman tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung antara pengetahuan akademik, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan warga.

Sebanyak 6.270 bibit, yang terdiri atas 6.070 bibit tanaman dan 200 bibit lele, diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Kelurahan Mijen untuk mengembangkan pekarangan yang lebih produktif. St

Share This Article
Exit mobile version