SEMARANG (Jatengdaily.com) — Ribuan jamaah memadati kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa sejak pagi hari saat jamaah mulai berdatangan dari berbagai daerah di Kota Semarang dan sekitarnya.
Salat Iduladha dimulai pukul 06.30 WIB dengan imam KH Zaenuri Ahmad, AH dan khatib Ketua Pengurus Pusat MAJT Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Dalam khutbah bertema “Pribadi yang Kuat”, Noor Achmad mengajak umat Islam meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menghadapi ujian kehidupan.
Menurutnya, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi pelajaran penting tentang keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan hati dalam menjalani kehidupan.
“Kalau kita menghadapi berbagai macam kondisi seperti yang dulu dihadapi oleh Nabi Allah Ibrahim, maka yang kita lakukan adalah memohon kepada Allah SWT,” ujar Noor Achmad di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa setiap muslim yang beriman pasti akan menghadapi ujian dari Allah SWT. Bahkan, kata dia, semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka semakin besar pula ujian yang diberikan.
“Ini menandakan bahwa setiap manusia yang menyatakan dirinya sebagai seorang mukmin, sebagai seorang muslim, apalagi yang meningkat derajatnya, pasti diuji oleh Allah SWT,” katanya.
Momentum Iduladha tahun ini juga menjadi wujud besarnya kepercayaan masyarakat kepada MAJT sebagai pusat penyaluran hewan kurban di Jawa Tengah.
Panitia mencatat sebanyak 16 ekor sapi dan 28 ekor kambing diterima untuk disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat.
Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, di antaranya Presiden Republik Indonesia, Gubernur Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, Bank Jateng, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), sejumlah pemerintah kabupaten, perusahaan, hingga berbagai lembaga lainnya.
Noor Achmad menyebut, tingginya partisipasi para mudhohi menunjukkan MAJT masih menjadi rujukan utama masyarakat dalam menyalurkan hewan kurban.
“Ini menandakan bahwa Masjid Agung saat ini masih menjadi rujukan mereka yang mempercayakan kurbannya kepada Masjid Agung,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada bobot hewan kurban tahun ini. Sapi bantuan Presiden RI memiliki berat lebih dari 1,1 ton. Sementara sapi dari Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Semarang, dan Polda Jawa Tengah rata-rata mendekati 1 ton.
Selain menerima hewan kurban dalam jumlah besar, panitia MAJT juga mendapatkan banyak permohonan distribusi daging kurban dari masyarakat. Noor Achmad memastikan seluruh permintaan yang telah masuk akan diupayakan terpenuhi secara maksimal.
Sementara itu, Ketua Panitia Iduladha 1447 H MAJT Prof. Dr. KH. Tholkatul Khoir menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh mudhohi yang telah mempercayakan hewan kurbannya kepada MAJT.
“Pada tahun ini kami pengurus dan panitia Idulkurban MAJT 1447 Hijriah menerima amanah untuk penyembelihan dan juga distribusi sebanyak 15 ekor sapi dan 28 ekor kambing,” katanya dalam sambutan penyerahan hewan kurban.
Ia menegaskan bahwa panitia berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat secara adil dan transparan.
“Semoga kepercayaan para mudhohi dapat kami penuhi dengan penuh rasa tanggung jawab dan distribusi yang adil serta transparan,” ujarnya.
Acara seremonial penyerahan hewan kurban turut dihadiri Ketua PP MAJT Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Sekretaris PP MAJT Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag, jajaran pengurus dan panitia MAJT, serta perwakilan mudhohi, di antaranya dari Bank Jateng Syariah dan Udinus.
Penyembelihan hewan kurban dijadwalkan berlangsung pada Kamis (28/5/2026) di kawasan MAJT dengan melibatkan panitia dan relawan untuk memastikan proses berjalan tertib, higienis, dan tepat sasaran. St


