SEMARANG (Jatengdaily.com)– Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si., Med., Sp. B., FISQua menegaskan pentingnya momentum Idul Fitri sebagai titik balik untuk memperkuat ketahanan organisasi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan dalam forum halal bihalal keluarga besar RSI Sultan Agung, yang berlangsung Masjid Hamidun Kosim RSI Sultan Agung Semarang, Rabu (1/4/2026).
Dirut RSI Sultan Agung lebih lanjut mengatakan, jika gambaran kondisi dunia saat ini sebagai fase “entropi global”, yakni kecenderungan menuju ketidakteraturan akibat berbagai krisis seperti konflik internasional, gejolak ekonomi, hingga tekanan di sektor kesehatan.
“Jika sebuah sistem dibiarkan tanpa energi yang cukup, maka ia akan bergerak menuju entropi atau kekacauan. Hal ini juga bisa terjadi pada organisasi, termasuk institusi pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa RSI Sultan Agung saat ini menghadapi dinamika besar, terutama dalam sistem pembiayaan berbasis JKN-BPJS.
Menurutnya, keseimbangan antara regulasi pemerintah, beban operasional, dan kesejahteraan karyawan menjadi tantangan nyata yang harus dikelola secara bijak.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tanpa manajemen yang baik, tekanan tersebut dapat memicu “patologi organisasi”, seperti ketidakseimbangan finansial, inefisiensi sumber daya, hingga munculnya ego sektoral.
Namun demikian, momentum Idul Fitri disebut sebagai “energi eksternal” yang mampu memulihkan kondisi tersebut. Ia mengibaratkan Ramadhan sebagai proses perbaikan spiritual yang mengaktifkan kembali nilai-nilai kesalehan, ketangguhan, dan pengabdian.
“Idul Fitri adalah titik aktivasi. Saatnya kita keluar dari inersia kemalasan dan pesimisme menuju aksi nyata yang produktif dan penuh keberkahan,” katanya.
Dalam konteks kelembagaan, Dirut RSI Sultan Agung juga menekankan pentingnya sinergi antar unit di bawah naungan YBWSA.
Ia mengibaratkan sinergi tersebut sebagai resonansi, di mana keselarasan visi dan frekuensi kerja dapat menghasilkan kekuatan besar yang berdampak luas.
“Ketika seluruh elemen YBWSA bergerak dalam satu frekuensi, maka akan tercipta resonansi yang mampu memperkuat kontribusi kita bagi umat dan peradaban,” pungkasnya.
Melalui momentum Idul Fitri ini, menurutnya, seluruh elemen YBWSA diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, meningkatkan produktivitas, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Hadir juga Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H, Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H,
Drs. KH. Amin Budi Harjono, M.Sos (Pengasuh PP. Al-Ishlah Tembalang) sebagai pengisi tausiyah, dan karyawan serta tenaga medis RSI Sultan Agung Semarang. she


