SEMARANG (Jatengdaily.com) – Bidang Kemahasiswaan Universitas Semarang (USM) mengelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) pada 19–20 Juni 2026 di Markas Yonif 400/Banteng Raider, Banyumanik, Semarang.
Kegiatan diikuti 67 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan USM.
Kegiatan dibuka Rektor USM, Dr. Supari ST MT. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Ketua Senat USM, Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog, Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Haslina MSi, Wakil Rektor II USM Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA, Wakil Rektor III USM Dr April Firman Daru SKom MKom, dan para Dekan.
Dalam sambutannya, Dr. Supari memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti LKMM-TM merupakan generasi pilihan yang memiliki semangat untuk belajar, berorganisasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
”Kalian adalah orang-orang hebat yang memiliki keberanian untuk terus berkembang. Dari ruangan inilah akan lahir para pemimpin masa depan, para penggerak perubahan, bahkan calon-calon presiden mahasiswa yang akan membawa organisasi kemahasiswaan menjadi lebih maju, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Dia juga menekankan mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan manajemen organisasi yang baik.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat di masa depan.
Selain membuka kegiatan, Rektor USM juga menyampaikan materi bertajuk ”Tantangan Mahasiswa di Era Revolusi Industri 4.0”.
Dalam paparannya, dia mengatakan, dunia saat ini terus mengalami perubahan yang sangat cepat, yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan perubahan cara berpikir manusia.
Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut melalui peningkatan kompetensi, kreativitas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif. Mahasiswa juga didorong untuk meningkatkan kualitas diri menuju level kompetensi yang lebih tinggi sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yakni level 6 dan 7.
”Perubahan adalah keniscayaan. Mahasiswa harus siap menghadapi transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, dan berbagai inovasi teknologi yang mengubah hampir seluruh aspek kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan pola pikir yang terbuka, kemampuan belajar sepanjang hayat, serta kesiapan untuk terus berinovasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubag Kemahasiswaan USM, Sudarmono mengatakan, penyelenggaraan LKMM-TM bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajemen mahasiswa dalam berorganisasi.
”Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk memiliki kemampuan manajerial yang baik, memperluas wawasan kepemimpinan, meningkatkan keterampilan organisasi, serta mengembangkan potensi diri agar mampu menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan yang profesional, kreatif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dia berharap, peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan untuk meningkatkan kualitas organisasi kemahasiswaan di lingkungan USM, sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 4.0.
Dengan terselenggaranya LKMM-TM 2026, katanya, Universitas Semarang berkomitmen untuk terus mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan manajemen organisasi, serta kesiapan menghadapi dinamika perkembangan zaman. St


