DEMAK (Jatengdaily.com)– Pemerintah Kabupaten Demak semakin serius menjadikan keterampilan sebagai modal utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lewat program Kursus Maju, Perekonomian Masyarakat Meningkat (Kurma Pekat), puluhan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) disinergikan untuk mencetak tenaga kerja kompeten sekaligus membuka peluang lahirnya pelaku usaha baru di berbagai sektor.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan mengatakan, Kurma Pekat bukan sekadar program pelatihan, tetapi menjadi gerakan bersama yang menghubungkan lembaga kursus, pemerintah daerah, hingga dunia usaha. Sasaran utamanya adalah masyarakat usia produktif, khususnya lulusan sekolah yang ingin segera bekerja maupun berwirausaha.
“Kurma Pekat kami bangun untuk menyatukan seluruh potensi LKP di Kabupaten Demak. Tujuan akhirnya jelas, yaitu mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Mereka yang tidak melanjutkan kuliah tetap memiliki kesempatan memperoleh keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja maupun untuk membuka usaha sendiri,” ujar Haris, Jumat (31/07/2026).
Saat ini terdapat 30 LKP yang tergabung dalam program tersebut dengan 12 bidang keterampilan, mulai dari menjahit, tata rias, instruktur olahraga hingga berbagai pelatihan vokasi lainnya. Menurut Haris, pelatihan menjahit menjadi favorit karena didukung kebutuhan industri garmen yang cukup besar di Demak dan sekitarnya.
“Sebagian besar LKP sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan. Bahkan untuk pelatihan menjahit, rata-rata peserta cukup mengikuti kursus selama satu bulan, menjalani uji kompetensi, kemudian bisa langsung disalurkan bekerja. Kami juga telah memfasilitasi sekitar seribu beasiswa uji kompetensi level dua bagi peserta LKP,” jelasnya.
Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, SE menilai keberadaan LKP memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing. Menurutnya, pola pelatihan berbasis kebutuhan industri membuat lulusan LKP memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan dibanding pelatihan yang tidak terhubung dengan dunia usaha.
“LKP sangat membantu pemerintah karena pelatihannya lebih beragam dan sudah bekerja sama dengan perusahaan. Setelah lulus, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga peluang langsung bekerja. Inilah yang kami harapkan agar angka pengangguran dan kemiskinan terus turun dari waktu ke waktu,” kata Eisti’anah.
Bupati juga menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga agar berbagai program pelatihan yang dibiayai pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, pelatihan yang diselenggarakan Dindikbud, Dinakerind, Dinpora, Dindagkop, BLK hingga Baznas harus saling melengkapi sehingga anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Setiap tahun angkatan kerja terus bertambah. Karena itu pelatihan harus tepat sasaran dan tidak boleh tumpang tindih. Kami berharap melalui kolaborasi ini target penurunan angka kemiskinan yang saat ini masih berada pada kisaran dua digit dapat segera turun menjadi satu digit,” tandasnya.
Program Kurma Pekat juga mendapat dukungan Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) Kabupaten Demak di bawah kepemimpinan Muhammad Dimyati. Kolaborasi antara pemerintah, 30 LKP, dan dunia usaha diharapkan menjadi solusi nyata dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju Demak yang semakin maju, bermartabat, dan sejahtera.rie-she


