DEMAK (Jatengdaily.com)– Peluang bekerja di Jepang kembali terbuka lebar bagi masyarakat Kabupaten Demak. Pemerintah Kabupaten Demak terus mendorong generasi muda memanfaatkan program pemagangan ke Negeri Sakura sebagai sarana meningkatkan keterampilan, pengalaman kerja, sekaligus kesejahteraan ekonomi keluarga.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah SE saat meninjau pelaksanaan pelatihan calon peserta magang yang digelar di SMK Ganesha Gajah Demak, Selasa (04/08/2026).
Daerah ini dipercaya menjadi lokasi pembekalan dan seleksi bagi peserta asal Demak maupun sejumlah kabupaten lainnya sebelum menjalani proses rekrutmen oleh perusahaan Jepang.
Menurut Bupati Eisti’anah, tingginya animo masyarakat mengikuti program tersebut menunjukkan semakin besarnya kesadaran generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperluas kerja sama dengan pemerintah pusat maupun dunia industri di Jepang.
“Program pemagangan ke Jepang merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Demak dalam memperluas kesempatan kerja, mengurangi angka pengangguran, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami akan terus menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat dan berbagai mitra agar semakin banyak warga Demak memperoleh kesempatan bekerja dan belajar di luar negeri,” ujarnya.
Bupati menilai, program tersebut bukan sekadar membuka peluang memperoleh penghasilan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter. Para peserta akan dibekali pengalaman mengenai disiplin, etos kerja, serta budaya profesional yang selama ini menjadi ciri khas dunia kerja di Jepang.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta, khususnya warga Kabupaten Demak, agar menjaga nama baik Indonesia, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta membawa pulang ilmu dan budaya kerja yang positif untuk diterapkan di daerah ketika kembali nanti,” pesannya.
Di sisi lain, perwakilan perusahaan Jepang Himawari Kogyo, Awin, menjelaskan bahwa perusahaannya akan merekrut 15 peserta untuk ditempatkan di Prefektur Saga, Pulau Kyushu.
Setelah dinyatakan lolos wawancara, peserta masih mengikuti pelatihan lanjutan selama sekitar empat bulan, terdiri atas dua bulan di Demak dan dua bulan di pusat pelatihan sebelum diberangkatkan ke Jepang. Bidang pekerjaan yang ditawarkan adalah pengecatan logam, terutama pengecatan kapal barang.
Awin menambahkan, pekerja asal Indonesia memiliki citra yang baik di perusahaan Jepang karena dikenal rajin, disiplin, dan bertanggung jawab. Saat ini, Himawari Kogyo telah mempekerjakan sekitar 300 hingga 400 tenaga kerja Indonesia.
Program magang berlangsung selama tiga tahun dan dapat dilanjutkan melalui skema Sango hingga Specified Skilled Worker (SSW/Tokutei Ginou). Pada masa magang peserta berpotensi menerima penghasilan sekitar Rp13 juta hingga Rp17 juta per bulan, sedangkan pekerja yang berhasil masuk skema SSW dapat memperoleh pendapatan mencapai sekitar Rp23 juta per bulan, bergantung pada jenis pekerjaan dan ketentuan perusahaan.rie-she


