SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pengunjung Bursa Pameran Batu Nusantara, Permata, Pusaka, dan Antikan pada hari terakhir penyelenggaraan, Minggu (4/10/2026), di Pasar Batu Dargo, Jl. Dr. Cipto, Semarang, tampak cukup ramai.
Ketua Paguyuban Semar Bersatu, Drs. Ahmad Muhaimin, S.I.Kom., M.Pd., M.H., menyampaikan bahwa rata-rata pengunjung yang hadir merupakan pencinta dan kolektor batu dari berbagai daerah. Mereka di antaranya menggemari batu akik Nusantara, batu gambar, serta benda pusaka.
”Alhamdulillah animo masyarakat cukup baik. Bahkan, ada yang mengusulkan agar kegiatan serupa nantinya bisa digelar selama tiga hari,” ujarnya.
Para pedagang yang meramaikan pameran ini datang dari berbagai kota, seperti Jakarta, Surabaya, Banyumas, Salatiga, Solo, Tegal, Pekalongan, dan tuan rumah Semarang.
”Kegiatan ini diikuti oleh 45 stan dari berbagai kota di Indonesia. Pengunjung bisa menikmati berbagai jenis batu Nusantara, batu permata, beragam jenis keris, hingga barang-barang antik,” jelasnya.
Ia menambahkan, para pengunjung disuguhi beragam jenis batu koleksi di setiap stan, antara lain Batu Garut, Batu Bacan, Batu Fokay, Batu Cempaka, Batu Anggur, Batu Kinyang, Batu Chalcedony, Batu Amethyst/Kecubung, Batu Sisik Naga, Batu Kalimaya, Batu Pandan, Batu Baturaja, Batu Idocrase, Batu Klawing, hingga Batu Nabire.
”Batu Nusantara banyak diminati masyarakat karena variasi warna, kualitas, dan keunikannya. Batu Bacan masih menjadi primadona incaran para pengunjung,” ungkapnya.
Ahmad Muhaimin berharap pameran ini dapat menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarpenikmat batu akik dari seluruh Nusantara, sekaligus menghidupkan kembali ekosistem perdagangan batu akik, permata, keris, dan barang antik di Kota Semarang.
”Saya atas nama Paguyuban Semar Bersatu mengucapkan terima kasih kepada komunitas, kolektor batu, dan pencinta pusaka yang telah berpartisipasi dalam pameran di Pasar Akik Dargo ini. Mudah-mudahan ke depan kami bisa menggelar kegiatan yang lebih besar lagi,” tutur dosen Universitas Semarang (USM) tersebut. St


