DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 Posko 140 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar kegiatan edukasi bertema bahaya pernikahan dini bagi siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Terpadu Yasin, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak (Senin, 3 Agustus 2026). Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kebonagung, sebagai bagian dari program kerja pengabdian masyarakat mahasiswa selama masa KKN.
Kegiatan yang berlangsung di aula MA Terpadu Yasin ini dihadiri oleh puluhan siswa dari kelas X, XI dan XII, dewan guru, serta perwakilan dari KUA Kebonagung yang bertindak sebagai narasumber utama. Dalam sambutannya Udi Sepriadi sebagai Perwakilan mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 140 menyampaikan bahwa kegiatan ini digagas sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu sosial yang masih marak terjadi di wilayah pedesaan, khususnya pernikahan usia anak.
“Kami melihat bahwa angka pernikahan dini di beberapa wilayah pedesaan masih cukup tinggi. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada adik-adik siswa mengenai dampak buruk pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, pendidikan, maupun sosial ekonomi,” ujar.
Sementara itu, narasumber dari KUA Kebonagung Mohammad Khakim memaparkan berbagai aspek terkait pernikahan dini, mulai dari ketentuan batas usia minimal menikah menurut Undang-Undang Perkawinan, prosedur pengajuan dispensasi nikah, hingga risiko yang dihadapi pasangan yang menikah di usia belum matang secara fisik maupun mental. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama bagi generasi muda sebelum memutuskan untuk membangun rumah tangga.
“Pernikahan dini berpotensi menimbulkan berbagai masalah, seperti risiko kesehatan reproduksi, putus sekolah, kemiskinan, hingga rentannya terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, penting bagi siswa-siswi untuk memahami hal ini sejak dini agar dapat mengambil keputusan yang tepat di masa depan,” jelasnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif. Antusiasme siswa terlihat tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar hak-hak anak, pendidikan, serta cara menghindari tekanan sosial maupun ekonomi yang kerap menjadi pemicu pernikahan dini.
Kepala MA Terpadu Yasin, Ahmad Zamharir menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat menjadi bekal penting bagi para siswa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa KKN Posko 140 UIN Walisongo bersama KUA Kebonagung ini. Semoga materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi siswa-siswi kami agar lebih memahami pentingnya pendidikan dan kesiapan sebelum menikah,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian program kerja KKN MIT Posko 140 yang berfokus pada isu-isu sosial kemasyarakatan di wilayah Kebonagung. Mahasiswa berharap edukasi semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi generasi muda di lingkungan sekitar, sekaligus mendukung upaya pencegahan pernikahan dini yang menjadi perhatian bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.