Mahasiswa KKN Unnes Giat 16 Sulap Limbah Botol Plastik Menjadi Gantungan Kunci Bernilai Ekonomis, Warga Antusias Ikuti Pelatihan

Praktik pemanfaatan limbah botol plastik menjadi gantungan kunci bernilai ekonomis di Dusun Plalar, Desa Pagerwojo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Foto: dok

KENDAL (Jatengdaily.com) — Tim KKN UNNES Giat 16 melaksanakan kegiatan praktik pemanfaatan limbah botol plastik menjadi gantungan kunci bernilai ekonomis di Dusun Plalar, Desa Pagerwojo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga yang hadir dan mengikuti jalannya pelatihan dengan penuh perhatian.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja tim KKN UNNES yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik sekaligus mendorong kreativitas warga dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Mahasiswa KKN Unnes Giat 16 foto bersama warga usai pelatihan pembuatan gantungan kunci dari botol plastik bekas. Foto: dok

Tim KKN Unnes Giat 16 Desa Pagerwojo beranggotakan 10 mahasiswa, yaitu Nurul Hidayah, Muhammad Yusuf Karim, Muhammad Haikal Syahrulrizal, Ainun Nissa Sholihah, Putih Maliya Cahaya Alam, Putih Malika Cahaya Kalam, Arifa Lutfiya A.P., Ilham Tofaros,  Azka Zahra Rana Dewi, dan Miftah Nur Fahrizal, di bawah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nina Farliana, S.Pd., M.Pd.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan gantungan kunci dari potongan botol plastik bekas.

Praktik pemanfaatan limbah plastik tersebut dipandu langsung oleh Nurul Hidayah, yang menjelaskan setiap tahapan mulai dari proses pembersihan, pemotongan, pembentukan, hingga penyusunan gantungan kunci agar menghasilkan produk yang menarik dan bernilai guna.

Salah satu anggota tim KKN, Ainun Nissa Sholihah, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek kerajinan, tetapi juga pada perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah plastik.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah botol plastik tidak selalu menjadi sampah yang dibuang begitu saja. Dengan sedikit kreativitas, limbah tersebut dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat bahkan berpotensi memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Menurut Ainun, perhatian warga selama kegiatan menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Ia menilai antusiasme masyarakat menunjukkan adanya kepedulian yang semakin tumbuh terhadap pengelolaan lingkungan.

“Warga mengikuti penjelasan dengan sangat baik dan memperhatikan setiap proses yang ditunjukkan. Kami berharap setelah kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah plastik di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Selain menjadi sarana edukasi lingkungan, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengurangan limbah plastik dan pemanfaatan kembali barang bekas, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya sederhana mengurangi pencemaran lingkungan.

Program ini juga berkaitan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena hasil kerajinan dari limbah plastik berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif yang dapat menambah pendapatan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan tampak interaktif. Warga mengikuti setiap tahapan dengan penuh perhatian, terutama ketika proses perubahan botol plastik bekas menjadi gantungan kunci mulai diperlihatkan secara bertahap.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN UNNES dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Desa Pagerwojo.

Melalui inovasi sederhana tersebut, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah, sekaligus membuka peluang pengembangan produk kerajinan ramah lingkungan di tingkat dusun.

Dengan adanya pelatihan ini, Tim KKN UNNES berharap kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus berlanjut dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kreatif, dan berkelanjutan.

Desa Pagerwojo diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah plastik dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama oleh masyarakat. Penulis: Nurul Hidayah

Share This Article
Exit mobile version