SEMARANG (Jatengdaily.com) –Sejumlah mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Listrik Industri (TLI) Sekolah Vokasi Undip (SV Undip) melakukan kunjungan industri ke fasilitas ketenagalistrikan strategis di Kota Semarang guna mempelajari langsung proses produksi hingga distribusi energi listrik nasional, baru-baru ini.
Kunjungan dilaksanakan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok PT PLN Indonesia Power UBP Semarang dan Gardu Induk Srondol PT PLN ULTG Semarang, yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistem tenaga listrik dari pembangkitan, transmisi hingga penyaluran ke masyarakat.
Di PLTGU Tambak Lorok, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai pembangkit listrik tenaga gas dan uap yang memanfaatkan kembali panas buang turbin untuk meningkatkan efisiensi pembangkitan serta menekan emisi karbon.
Perwakilan perusahaan, Meky Priyatno, menyatakan kegiatan berjalan lancar dan diharapkan pengetahuan mengenai sistem PLTGU dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa. “Kegiatan berjalan dengan lancar dan menambah wawasan mahasiswa. Semoga ilmu mengenai sistem pembangkitan gas uap (PLTGU) yang diberikan dapat bermanfaat” katanya.
Sementara itu, dosen pendamping, Arif Wibowo SPdi MPdi mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa semakin memahami sistem pembangkitan listrik setelah memperoleh penjelasan langsung dari praktisi industri. “Terima kasih atas bimbingan dan arahan selama kegiatan berlangsung. Semoga mahasiswa semakin paham mengenai sistem PLTGU”
Mahasiswa peserta, Florianus Gilar menilai kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru karena materi yang sebelumnya dipelajari secara teoritis dapat diamati secara langsung di lapangan.
“Kami mendapatkan pengalaman dan pemahaman langsung mengenai sistem PLTGU yang sebelumnya hanya dipelajari secara teori di kelas namun di PLTGU Tambak Lorok bisa lebih detail lagi informasi yang didapat,”
Kunjungan dilanjutkan ke Gardu Induk Srondol yang berfungsi menyalurkan energi listrik dari jaringan transmisi ke distribusi. Perwakilan PT PLN ULTG Semarang, Adi, menilai kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai sistem gardu induk dan diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa di masa depan.
Dosen pendamping, Dista Yoel Tadeus, menyampaikan harapannya agar mahasiswa memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai sistem distribusi tenaga listrik.
Sementara itu mahasiswa peserta, Ananda Indra Pratama mengaku dapat melihat langsung peralatan distribusi listrik yang sebelumnya hanya dipelajari di kelas.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi lulusan sekaligus mendukung kebutuhan sumber daya manusia di sektor ketenagalistrikan di masa mendatang.
Kunjungan dan studi ini juga memberikan gambaran menyeluruh mengenai rantai sistem ketenagalistrikan, mulai dari proses pembangkit tenaga listrik berbasis sampah, hingga penyaluran dan pengamanan energi listrik di gardu induk.
Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan keterkaitan yang erat antara pembangkit energi alternatif berbasis sampah dengan sistem transmisi dan gardu induk sebagai tulang punggung penyaluran tenaga listrik. Penerapan teknologi modern, sistem proteksi berlapis, serta pengelolaan lingkungan yang baik menjadi faktor utama dalam mewujudkan sistem ketenagalistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan. she
