Mahasiswa TRKP SV Undip Magang di Galangan,Perdalam Kompetensi Perbaikan Kapal

Enam mahasiswa TRKP SV Undip magang di galangan. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Sebagai upaya meningkatkan kompetensi industri dan pengalaman kerja, enam mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP), Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), mengikuti program magang di PT Sarana Samudera Aparatus, Tegal, pada periode 6 Juli hingga 10 Agustus 2026.

Mahasiswa TRKP Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan magang di lingkungan PT Sarana Samudera Aparatus, Tegal, Jawa Tengah, selama masa liburan semester. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman kerja langsung di industri galangan perkapalan berskala nasional.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ditempatkan pada fungsi Repair and Maintenance (Perbaikan dan Perawatan Kapal) di PT Sarana Samudera Aparatus. Penempatan tersebut memberikan pemahaman teknis mengenai sistem pemeliharaan kapal, evaluasi perencanaan perbaikan, pelaksanaan opname material, serta penerapan standar keselamatan dan regulasi klasifikasi Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) yang berlaku di lingkungan galangan.

Program magang ini diikuti oleh enam mahasiswa yang terbagi dalam dua kelompok angkatan. Kelompok pertama terdiri dari Fathan Pratama Rahmatulloh Hasibuan, Agung Saputro, dan Ahmad Luthfy Albantany dari angkatan 2025.

Sementara kelompok kedua terdiri dari Andhika Berliano Radya Nugraha, Riyan Dwi Saputra, dan Bima Panji Wirabumi dari angkatan 2024. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dibagi ke dalam dua fokus kerja sesuai dengan kualifikasi dan lokasi pengerjaan unit kapal masing-masing.

Kelompok angkatan 2025, yang berada di bawah bimbingan Fajrul Islam Pratama, S.T., difokuskan pada unit Tugboat (TB) Alpine Marine 23 (IMO 9580546). Pada area tersebut, mahasiswa melakukan pengawasan dan analisis terhadap penerapan pipa galvanis pada sistem pendingin air tawar mesin induk dan mesin bantu agar sesuai dengan standar BKI. Selain itu, mahasiswa bertugas memantau jalannya proses perbaikan serta melakukan opname kapal atau pengukuran material yang telah diganti.

Sementara itu, kelompok angkatan 2024 yang berada di bawah bimbingan Ahmad Aziz Abdillah, S.T., ditempatkan pada unit Kapal Tongkang Keruk KM Pasak 01 (IMO 19682784 / MMSI 525501926). Kelompok ini berfokus pada evaluasi perencanaan perbaikan kapal tongkang keruk. Tugas spesifik harian meliputi pemantauan proses perbaikan, opname material pengganti, pembuatan cutting plan untuk efisiensi pemotongan plat, hingga penyusunan Satisfaction Note sebagai dokumen verifikasi kualitas pekerjaan.

Mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan magang ini memberikan pengalaman yang sangat relevan dengan bidang keilmuan perkapalan yang dipelajari di kampus. Tantangan utama yang dihadapi di lapangan adalah menyelaraskan teori akademis dengan kondisi riil di galangan, mengingat pelaksanaan teknis di lapangan tidak selalu sama persis dengan teori dan membutuhkan penyesuaian fleksibel. Melalui magang ini, mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu, mengasah kemampuan problem solving saat menghadapi kendala teknis, serta memahami prosedur kerja galangan secara langsung.

Pembimbing lapangan Fajrul Islam Pratama, S.T., menilai bahwa kegiatan magang ini menjadi sarana pembelajaran yang penting bagi mahasiswa dalam mengenal dinamika industri perawatan kapal. Menurutnya, pengalaman langsung dalam mengukur dan memantau penggantian komponen pendingin mesin kapal dapat menambah portofolio teknis serta memperluas wawasan mahasiswa mengenai standar regulasi klasifikasi BKI.

Pembimbing lapangan lainnya, Ahmad Aziz Abdillah, S.T., menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa angkatan 2024 dalam perencanaan cutting plan dan pembuatan Satisfaction Note turut membentuk sikap profesional. Ia menyampaikan bahwa melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami aspek teknis pemotongan plat dan opname, tetapi juga dibiasakan untuk teliti terhadap dokumen mutu serta aturan keselamatan kerja di area galangan.

Dari sisi akademik, dosen pembimbing Dr. Zulfaidah Ariany, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan magang industri merupakan bagian penting dalam pembelajaran vokasi. Ia menegaskan bahwa pengalaman langsung di industri strategis seperti PT Sarana Samudera Aparatus menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik industri, sehingga mampu meningkatkan kompetensi, kepercayaan diri, serta daya saing lulusan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro di sektor maritim nasional. she

Share This Article
Exit mobile version