Marcell Darwin Ungkap Adegan Paling Menguras Emosi di Film Dalam Sujudku

Marcell Darwin
JAKARTA (Jatengdaily.com)- Aktor Marcell Darwin kembali menunjukkan totalitas aktingnya lewat film drama religi Dalam Sujudku yang akan tayang di bioskop mulai 16 April 2026. Film arahan sutradara Riko Michael ini menghadirkan kisah penuh konflik batin yang diprediksi menyentuh perasaan penonton.
Dalam film tersebut, Marcell memerankan Farid, sosok suami yang berada di tengah pusaran masalah rumah tangga rumit. Ia harus menghadapi pilihan sulit antara dua perempuan dalam hidupnya, Aisyah dan Rina, yang membawa konsekuensi emosional mendalam.
Marcell mengakui, karakter Farid menjadi salah satu peran paling menantang sepanjang kariernya. Ia dituntut untuk menampilkan pergulatan batin yang kompleks, mulai dari rasa bersalah hingga pencarian makna hidup.
“Farid itu karakter yang sangat dalam. Saya harus benar-benar menyelami emosinya, merasakan konflik yang dialami sampai ke titik paling jujur,” ujar Marcell.
Tak hanya dari sisi akting, tantangan juga datang secara personal. Marcell mengungkapkan dirinya sempat berdiskusi dengan sang istri sebelum menerima peran tersebut, mengingat tema yang diangkat cukup sensitif.
“Saya sempat minta izin dan berdiskusi dengan istri. Ceritanya memang cukup berat, tapi justru itu yang membuat saya merasa peran ini penting,” katanya.
Untuk memperkuat penjiwaan, Marcell menjalani proses reading intensif bersama para pemain lain, termasuk Vinessa Inez dan Naura Hakim. Proses tersebut membantu membangun kedekatan emosional serta chemistry antarpemain.
Salah satu adegan yang paling menguras tenaga dan perasaan adalah ketika Farid menangis dalam posisi sujud. Bagi Marcell, momen itu bukan sekadar akting, melainkan pengalaman emosional yang sangat mendalam.
“Adegan sujud itu berat sekali. Bukan cuma soal teknik, tapi bagaimana perasaan itu benar-benar keluar dengan jujur,” ungkapnya.
Dalam Sujudku mengangkat cerita yang terinspirasi dari kisah nyata, menyoroti persoalan rumah tangga seperti pengkhianatan, poligami, hingga perjalanan spiritual seseorang dalam mencari pengampunan.
Melalui film ini, Marcell berharap penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga dapat merenungkan makna kehidupan dan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.
“Saya berharap penonton bisa ikut merasakan dan mengambil pelajaran dari cerita ini,” tutupnya. Buyil-she 
Share This Article
Exit mobile version