Menag Dukung Insersi Koperasi di Sekolah, Dorong Berdirinya Koperasi Masjid dan Pesantren

3 Min Read
Menteri Agama RI,, memberi sambutan pada peluncuran program insersi koperasi di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (5/6/2026). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan dukungan penuh terhadap program insersi koperasi yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Program ini bertujuan mengintegrasikan nilai, pemahaman, dan materi perkoperasian ke dalam proses pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.

Dukungan tersebut disampaikan Menteri Agama RI,, usai menghadiri peluncuran program insersi koperasi di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (5/6/2026).

Menurut Menag, Kemenag bersama seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya siap mendukung gagasan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Program insersi koperasi akan diterapkan pada lembaga pendidikan berbasis keagamaan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

“Kemenag bersama seluruh lembaga pendidikan siap mendukung gagasan Gubernur Jawa Tengah,” ujar Nasaruddin.

Tidak hanya di lingkungan pendidikan, Menag juga mendorong pengembangan koperasi di berbagai institusi keagamaan. Ia berharap koperasi dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi umat sekaligus memperkuat kemandirian lembaga keagamaan.

“Bicara koperasi, masjid akan kami imbau membangun koperasi masjid, begitu juga pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan keagamaan, dan rumah-rumah ibadah lainnya. Dengan adanya koperasi, umat bisa lebih mandiri dan institusi keagamaan semakin independen,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, menjelaskan bahwa pengawasan program insersi koperasi akan melibatkan Kementerian Koperasi, Kementerian Agama, serta pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah.

Program tersebut akan diterapkan secara luas pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK hingga Sekolah Luar Biasa (SLB). Menurut Luthfi, materi koperasi akan dimasukkan dalam bentuk modul pembelajaran tanpa mengubah struktur mata pelajaran yang sudah ada.

“Ada SD, MI, MTs, SMP, SMA, SMK sampai SLB yang akan menggunakan modul terkait koperasi. Ini tidak mengubah mata pelajaran yang sudah ada di masing-masing sekolah,” jelasnya.

Luthfi menegaskan, program insersi koperasi merupakan implementasi nyata amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.

Ia juga menyebut Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang menginisiasi penyusunan modul pembelajaran koperasi secara terintegrasi.

“Ini adalah provinsi pertama yang menginisiasi materi dan modul koperasi dalam pendidikan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Menteri Koperasi, Fery Juliantono memberikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam penyusunan kurikulum insersi koperasi.

Menurutnya, pendidikan koperasi sejak dini penting untuk menanamkan nilai gotong royong dan kebersamaan kepada generasi muda.

“Diharapkan generasi muda semakin memahami nilai-nilai koperasi. Kita ingin mengembalikan semangat ekonomi gotong royong, bukan ekonomi yang liberal, kapitalistik, serakah, dan individualistik. Nilai kebersamaan harus terus ditekankan,” ujar Ferry.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap semangat berkoperasi dapat tumbuh sejak bangku sekolah dan menjadi budaya ekonomi masyarakat yang berlandaskan kebersamaan, kemandirian, serta kesejahteraan bersama. St

Share This Article
Exit mobile version