Oleh: Sahara Titania
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
ANAK perlu mengenal huruf sebelum anak dapat membaca sebuah kata ataupun menulis namanya sendiri. Tahap mengenal huruf bagi sebagian orang mungkin tampak sederhana, padahal mengenal huruf menjadi pondasi utama bagi hampir semua proses pembelajaran yang akan dilakukan seterusnya.
Tanpa kemampuan ini anak akan kesulitan dalam memahami informasi tertulisan yang setiap hati anak temui. Bagi anak berkebutuhan khusus, mengenal huruf tetap menjadi langkah awal yang tidak bisa dilewatkan.
Perbedannya hanya terletak pada pembelajaran yang disesuaikan dengan cara belajar masing – masing anak.
Pentingnya Mengenal Huruf
Huruf menjadi simbol dasar dalam membaca ataupun menulis, anak perlu mengenali bentuk dan bunyi suatu huruf untuk dapat memahami kata, kalimat, hingga informasi di sekitarnya.
Kemampuan mengenal huruf juga dapat menjadi dasar dalam perkembangan literasi awal anak, karena menjadi dasar bagi perkembangan kemampuan membaca pada tahap selanjutnya.
Kemampuan ini tidak hanya mengenai akademiknya tetapi juga dapat membantu anak untuk lebih mengenali namanya sendiri, membaca tanda – tanda di lingkungan sekitar, lalu secara bertahap akan membangun kepercayaan dirinya untuk berkomunikasi di lingkungan sekitar.
Untuk anak down syndrome umumnya kemampuan tersebut lebih mudah dipelajari menggunakan pembelajaran berbasis visual yaitu anak melihat gambar, warna, serta bentuknya.
Pendekatan pembelajaran yang diberikan secara bertahap yaitu dengan memberikan bentuk hurufnya, di ulang, lalu dikaitkan dengan hal yang dikenal anak seperti gambar hewan ataupun warna.
Satu Materi dengan Beragam Cara Penyampaian
Pendidikan khusus, penyampaian materi dalam satu kelas terkadang disampaikan dengan cara yang beragam untuk setiap anak, dengan tujuan yang sama. Karena terkadang bai sebagian anak akan terbantu dengan melihat bentuk langsung dan gambar pendukung.
Sebagian lain membutuhkan latihan mencocokkan bentuk atau menebalkan huruf dalam mengenali huruf secara mandiri. Ada pula yang lebih mudah membedakan huruf dengan bantuan warna sebelum benar – benar mengenali bentuknya.
Bentuk pembelajaran yang berbeda itu menunjukkan bahwa mengenal huruf bukan target yang harus dicapai dengan cara yang sama untuk semua anak, melainkan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan masing – masing anak.
Penggunaan Media Pembelajaran sebagai Jembatan Anak Memahami Materi
Media pembelajaran dalam mengenal huruf ini dapat menggunakan flashcard bergambar (misalnya A untuk Ayam dan B untuk Bebebk), lalu anak dapat dikenalkan huruf melalui video animasi pengenalan huruf, setelahnya anak dapat diajak bermain game dengan memilih dan mencocokkan huruf menggunakan Papan Interaktif Digital dalam mengenal huruf.
Kombinasi tersebut dapat memberikan anak pengalam belajar yang tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi lebih interaktif. Aktivitas pembelajaran tersebut melibatka gerakan dan sentuhan seperti menekan huruf di papan digital sehingga anak dapat lebih aktif dalam merespon pembelajaran.
Pendidikan Berkualitas dalam Mengenal Huruf
Pentingnya mengenal huruf bagi anak disabilitas berkaitan juga dengan tujua pembangunan berkelanjutan yaitu SDGs Gol 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, yang menyatakan: “Ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all”.
Dalam rumusan itu terdapat 3 kata kunci yaitu inklusif, adil, dan berkualitas, kata kunci tersebut menjadi pondasi terwujudya praktik pembelajaran yang inlusif, adil dan berkualitas.
Dalam praktiknya sendiri hal tersebut dibuktikan dengan materi yang diberikan sama tetapi memiliki cara pemnyampaikan yang sesuaikan dengan kebutuhan atau kemampuan masing – masing anak, sehinggan tujuan pembelajan dan penilaian dapat tetap terukur.
Di tingkat nasional, prinsip ini diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 mengenai Pelaksanaan Pencapaian TPB, serta Undang – Undang Nomor 8 Tahun 2016 yang menjadi hak pendidikan bagi penyandang disabilitas tanpa diskriminasi.
Dampak Nyata di Kelas
Penerapan pembelajarang menggunakan flashcard yang dipadukan dengan pembelajaran interaktif yang memanfaatkan Papan Interaktif Digital menunjukkan bahwa anak – anak menjadi lebih mudah mengingat huruf yang telah diperkenalkan dibandingan ketika hanya melalui penjelasan lisan.
Anak juga menjadi lebih aktif dalam merespons instruksi dan menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi terhadap kegiatan belajar.
Hasil tersebut dibuktikan melalui observasi kelas selama pembelajaran dan juga penilaian LKPD, Perpaduan antara media visual yang konkret dan pengalaman belajar yang interaktif terbukti mampu menjembatani keterbatasan yang selama ini menjadi hambatan tanpa mengurangi kualitas maupun tujuan capaian pembejalan itu sendiri. Jatengdaily.com


