KARANGANYAR (Jatengdaily.com) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa bangsa Indonesia mutlak harus mampu berswasembada pangan dan menguasai sumber daya alam (SDA) sendiri.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jawa Tengah yang berlangsung di Wonderpark Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (27/6).
Di hadapan lebih dari 600 warga Aisyiyah Jawa Tengah, Zulkifli menekankan bahwa kemandirian di sektor pangan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan demi menjaga martabat negara.
”Swasembada pangan itu wajib karena menyangkut kedaulatan bangsa. Selain itu, sumber daya alam juga harus dikuasai. Penguasaan SDA itu sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 33, bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegas Zulkifli.
Ia menambahkan, amanat konstitusi tersebut sejalan dengan cita-cita para pendahulu bangsa dan pahlawan nasional, termasuk tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Kasman Singodimejo dan Ki Bagus Hadikusumo.
Namun, Zulkifli menyayangkan kondisi riil saat ini yang dinilainya masih kerap melenceng dari cita-cita luhur tersebut. Salah satu fenomena yang disorotinya adalah pergeseran nasib para petani di daerah.
”Hanya saja, saat ini kondisi yang terjadi kadang jauh dari cita-cita tersebut. Petani yang dulu menjadi tuan tanah, kini banyak yang justru menjadi buruh. Karena itu, perlu ada upaya konkret untuk membenahinya dan mengembalikan pengelolaan SDA demi kemakmuran masyarakat. Salah satu kuncinya adalah ekonomi harus tumbuh dari desa,” jelasnya memaparkan solusi.
Membangun Peradaban dari Desa
Langkah taktis memulai aksi dari level akar rumput selaras dengan strategi yang diusung oleh Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah. Ketua Umum PP Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., menyatakan bahwa gerakan berbasis desa merupakan kontribusi nyata organisasi dalam mendukung pembangunan nasional.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, momen jambore ini juga dijadikan ajang peluncuran berbagai program inovatif berbasis kawasan, di antaranya:
- Desa Sehat Mental Spiritual
- Desa Mandiri Ekonomi
- Desa Sehat Mandiri
- Desa Sadar Hukum
- Desa Cerdas Literasi Digital
- Desa Muhammadiyah Aisyiyah Peduli Sampah
Selain peluncuran program desa binaan, acara tersebut turut menandai peluncuran 109 Mubalighat Berkemajuan Gerakan Qaryah Thayyibah Aisyiyah.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Dr. Eni Winaryati, M.Pd., menjelaskan bahwa Jambore Dakwah Kemanusiaan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad Aisyiyah ke-109. Menurutnya, usia lebih dari satu abad ini menjadi bukti ketangguhan organisasi yang telah melewati berbagai asam garam dan gejolak politik bangsa.
”Dan pada abad kedua ini, Aisyiyah memasuki era baru yang diwarnai pesatnya kemajuan teknologi informasi. Karena itu, kita harus terus melatih kemampuan digital ini agar dakwah Aisyiyah tetap relevan dan berkemajuan,” tutur Eni.
Sinergi Menuju Nol Persen Stunting
Apresiasi mendalam terhadap kiprah Aisyiyah datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Setda Provinsi Jateng, Syamsudin Isnaini, yang hadir membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memuji konsistensi gerakan organisasi perempuan Muhammadiyah ini.
”Dakwah yang dilakukan Aisyiyah merupakan tindakan nyata, mulai dari gerakan pendidikan, kesehatan, hingga berbagai aksi sosial lainnya yang konsisten dalam membangun peradaban,” ujar Syamsudin.
Meski demikian, ia juga mengingatkan sejumlah tantangan riil yang masih dihadapi Jawa Tengah, salah satunya terkait isu kesehatan anak. Syamsudin memaparkan bahwa meski angka kasus stunting di Jateng terus mengalami tren penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, pemerintah tetap memasang target tinggi. “Harapan kita bersama, kasus stunting di Jawa Tengah bisa ditekan hingga mencapai nol persen,” pungkasnya.
Selain diisi oleh pidato kebangsaan dan peluncuran program strategis, kegiatan jambore yang berlangsung semarak di lereng Gunung Lawu ini juga menghadirkan sesi pemaparan program-program kemanusiaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). St


