Menyiapkan Generasi Qurani

Oleh: Ahmad Rofiq 

ALHAMDULILLAH, pada 12–21 September 2026, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-31 yang dipusatkan di Simpang Lima, Semarang.

​Beberapa tempat dipilih menjadi venue, seperti Masjid Raya Baiturrahman, MAJT, Kampus UIN Walisongo, Undip, Unnes, dan beberapa tempat lainnya.

​Tema yang diusung adalah “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”.

​Rasulullah saw. mengingatkan: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Setiap orang yang belajar Al-Qur’an dijanjikan pahala, bahkan termasuk orang yang membacanya masih terbata-bata (Jawa: gratul-gratul), masih tetap mendapat pahala. Riwayat dari ‘Aisyah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia (bersih dari maksiat) dan taat dalam kebaikan. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan ketika membacanya, maka baginya dua pahala.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 4937 dan Muslim, no. 798].

​Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian, nasihat dari Tuhan kalian, dan obat bagi penyakit dalam hati. Dan petunjuk serta kasih sayang bagi orang-orang yang beriman” (Q.S. Yunus: 57).

​Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan momentum MTQN tersebut untuk mengisi ruang batin, hati, dan kesadaran kita semua; untuk menyempatkan diri mempelajari kitab suci yang menjadi kompas hidup kita, menyembuhkan luka batin kita, atau membersihkan segala penyakit hati kita yang tidak jarang masih egois, sombong, ria, dan pamer kehebatan kepada orang lain.

Padahal sesungguhnya diri kita ini sangat tidak ada apa-apanya karena hanya Allah Yang Maha Besar.

​Negara Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar, sekitar 252.810.000 jiwa (87,14%) dari total penduduk Indonesia 290.125.073 jiwa (per Juni 2026) ini, harus memiliki kesadaran akademik dan spiritual yang dipandu oleh nilai-nilai dan rambu-rambu Al-Qur’an yang mampu mewujud dalam praktik perilaku kehidupan sehari-hari, agar keadilan dan kepastian hukum yang bersubstansikan kemaslahatan rakyat bisa terwujud dengan baik.

Sudah sepatutnya kita kembali kepada kesadaran Ilahiah di bawah panduan keberkahan cahaya Al-Qur’an. Negeri yang sedang mensyukuri bonus demografi ini harus memiliki kesadaran akademik dan spiritual yang dipandu oleh nilai-nilai dan rambu-rambu Al-Qur’an yang mampu mewujud dalam perilaku sehari-hari, agar keadilan dan kepastian hukum yang bersubstansikan kemaslahatan rakyat bisa terwujud dengan baik.

​Allah Swt. mengingatkan: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Q.S. Al-A’raf: 96).

​Kegiatan MTQN ini memang digelar dua tahun sekali. Tentu manfaatnya sangat besar, utamanya dalam ikhtiar mencetak generasi qurani. Secara sederhana dapat diformulasikan sebagai generasi khaira ummah yang siap menjalankan tugas-tugas keumatan, yakni amar makruf nahi munkar, dengan tetap berpijak pada keimanan kepada Allah Sang Maha Pencipta, Pengasih, Penyayang, dan Pengatur semua kehidupan ini.

​Generasi qurani akan terpandu hidup dan kehidupannya oleh nilai dan spirit Al-Qur’an yang merupakan panduan akhlak Rasulullah saw., baik dalam kehidupan keagamaan yang meliputi akidah, praktik kehidupan sehari-hari, maupun melahirkan akhlak yang banyak disederhanakan menjadi budi pekerti yang mestinya lebih unggul karena berdasarkan panduan dan bimbingan wahyu, yakni Al-Qur’an.

​Di Jawa Tengah ini, menurut beberapa sumber, setiap tahun lahir tidak kurang dari 2.000 santri penghafal Al-Qur’an. Namun pada saat yang sama, praktik-praktik kemungkaran masih terus terjadi: praktik korupsi—yang mana pada 2026 ada lima bupati yang tertangkap OTT KPK—persebaran narkoba masih berjalan, dan berbagai kemaksiatan terus berlangsung. Kadang muncul pertanyaan: bukankah mereka itu rajin beribadah umrah atau ibadah lainnya? Mengapa mereka tetap korupsi?

​Di sinilah rumitnya. Oleh karena itu, seberapa mendalam siar dan kumandang lantunan ayat Al-Qur’an mampu meresap ke dalam lubuk sanubari hati kita yang terdalam, sehingga dampak positif dari siar dan pendalaman Al-Qur’an itu berdampak positif dalam mendongkrak kualitas iman? Sehingga nafsu duniawi terpinggirkan, berganti dengan nafsu muthmainnah, dan sadar diri bahwa menjadi pejabat atau pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban.

​Mengakhiri renungan ini, mari kita renungi pesan wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya pada awal tahun kenabian, yakni Q.S. Al-‘Alaq: 1–5: “Bacalah (Muhammad) dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

​Semoga bangsa Indonesia yang sedang bermimpi mewujudkan Generasi Emas 2045 mampu mendapat hidayah dan harmoni dalam kehidupan kita, menjadi warga negara yang sadar posisi sebagai hamba Allah dan warga bangsa Indonesia yang perlu terus menjaga keharmonisan demi mewujudkan mimpi tersebut, demi terwujudnya negeri yang gemah ripah loh jinawi tenteram kerta raharja nir sambikala, atau negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Jawa Tengah, Direktur LPH-LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Bidang Pendidikan DP Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Ketua II Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung Semarang, Anggota DPS BPRS Bina Finansia Semarang, Ketua DPS BPRS Kedung Arto Semarang, Wakil Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli EKonomi Islam (IAEI) Pusat.

Jatengdaily.com

Share This Article
error: Content is protected !!
Exit mobile version