Mohammad Saleh Dorong Koperasi Merah Putih Serap Produk Unggulan Desa

3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah Jawa Tengah agar tidak sekadar hadir sebagai lembaga usaha, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Menurut Saleh, koperasi harus mengambil peran lebih besar dengan aktif menyerap sekaligus memasarkan produk unggulan desa agar mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Koperasi Merah Putih harus menjadi wadah bagi produk-produk unggulan desa agar bisa berkembang dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar,” ujarnya di Semarang.

Ia menilai setiap desa di Jawa Tengah memiliki karakteristik dan kekuatan ekonomi yang berbeda-beda.

Mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan tangan, hingga produk olahan UMKM, seluruhnya dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui skema koperasi yang tepat.

Karena itu, Saleh menegaskan pengelolaan KDKMP tidak bisa disamaratakan.

Setiap koperasi harus dibangun berdasarkan kebutuhan, potensi, dan karakteristik masing-masing desa agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat setempat.

Berdasarkan data terbaru per 16 Mei 2026, jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah yang telah beroperasi mencapai 6.271 unit atau sekitar 73 persen dari target yang ditetapkan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.769 unit telah memiliki gedung koperasi sendiri.

Capaian itu menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah gedung dan operasional KDKMP tertinggi secara nasional.

Menurut Saleh, angka tersebut menjadi modal besar bagi Jawa Tengah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat dan pemerintah desa dalam mengembangkan koperasi cukup tinggi. Tinggal bagaimana koperasi ini benar-benar produktif dan memberi manfaat ekonomi,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa jumlah besar saja belum cukup.Pemerintah daerah diminta terus melakukan pendampingan agar koperasi mampu berkembang secara profesional, mulai dari aspek manajemen usaha, pemasaran produk, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.

Dengan pengelolaan yang baik, koperasi diyakini dapat menjadi jembatan pemasaran bagi produk lokal agar pelaku UMKM desa memiliki akses pasar yang lebih luas.

“Kalau koperasi mampu menyerap dan memasarkan produk lokal secara konsisten, maka ekonomi desa akan ikut bergerak,” ujar Ketua Golkar Jawa Tengah tersebut.

Selain menjadi saluran pemasaran, Saleh juga menilai koperasi dapat memperkuat rantai distribusi produk masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa.

Karena itu, ia berharap pengembangan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas pengelolaan serta dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. she

Share This Article
Exit mobile version