MUI Jateng Imbau Ulama dan Umara Bersatu Gelar Salat Istisqa pada 27 Oktober Mendatang

Ketua MUI Jateng, Prof Dr KH Noor Achmad MA

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah mengimbau seluruh lapisan masyarakat, ulama, dan pemerintah daerah untuk menggelar Salat Istisqa (salat memohon hujan) secara serentak pada Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB.

Langkah ini diambil sebagai ikhtiar batin merespons dampak kemarau panjang dan kekeringan yang kian meluas di wilayah Jawa Tengah.

​Keputusan tersebut dituangkan dalam surat permohonan resmi tertanggal Senin (19/10/2026) yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Jateng, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dan Sekretaris Umum Dr. KH. Muhammad Syaifudin, MA. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah serta pengurus MUI di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

​Untuk tingkat provinsi, pelaksanaan Salat Istisqa akan dipusatkan secara khidmat dan sederhana di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang.

Agenda ini rencananya dihadiri langsung oleh Gubernur Achmad Luthfi, Wakil Gubernur KH Taj Yasin, jajaran Forkopimda Jateng, organisasi masyarakat (ormas) Islam, Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Islam, serta elemen masyarakat luas.

​Sementara di tingkat daerah, MUI Jateng meminta pengurus MUI di 35 kabupaten/kota segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar menggelar ibadah serupa di halaman kantor bupati atau wali kota masing-masing.

​Ketua Umum MUI Jateng, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa kondisi kekeringan saat ini telah memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga, mulai dari krisis air bersih hingga terganggunya sektor pertanian.

​”Salat Istisqa ini merupakan momentum krusial bagi ulama, umara (pemerintah), dan seluruh warga Jawa Tengah untuk bersimpuh bersama secara sederhana, memohon ampun, dan mengetuk pintu rahmat Allah SWT agar cobaan kekeringan ini segera diangkat dan digantikan dengan curahan hujan yang membawa berkah,” ujar Noor Achmad dalam rilis resminya, Rabu (21/10/2026).

​Adapun tata urutan petugas ibadah untuk pelaksanaan di Kantor Gubernur Jawa Tengah mencakup sejumlah tokoh dan ulama kenamaan:

  • ​Imam Salat: Imam Besar Masjid Agung Jawa Tengah, KH. Ulil Abshar, Al-Hafidz.
  • ​Khatib: Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.
  • ​Pemimpin Doa I: Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah, KH. Dr. Ahmad Darodji, M.Si.
  • ​Pemimpin Doa II: Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotus Saidiyyah Kalialang, Semarang, KH. M. Said Al-Masyhad.

​MUI Jawa Tengah turut mengimbau masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung di lokasi kantor pemerintahan setempat untuk mengiringi gerakan spiritual ini dengan memperbanyak istigfar, meningkatkan kepedulian sosial, serta memanjatkan doa dari lokasi aktivitas masing-masing. St

Share This Article
Exit mobile version