BREBES (Jatengdaily.com) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Brebes resmi menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) X di Hotel Grand Dian Brebes pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Ajang lima tahunan ini menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus, merumuskan program kerja, serta menetapkan kepengurusan baru.
Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., membuka Musda X dan memberikan pengarahan strategis bagi arah gerak MUI ke depan.
Dalam arahannya, Prof. KH. Noor Achmad mengingatkan agar para pengurus dan ulama senantiasa menghindari sikap zhulmun-naqin, yaitu menerapkan hukuman atau kebijakan secara berlebihan atau melampaui batas dari apa yang telah diajarkan oleh para ulama.
Penegakan hukum maupun kebijakan organisasi harus tetap berpijak pada prinsip al-hafazhahu ‘ala qadimis salih wal-akhdzu bil-jadidil ashlah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik), tanpa serta-merta menghilangkan proses atau tradisi positif yang sudah ada.
Menghadapi Tantangan Zaman Modern dan Teladan Rasulullah
Prof Noor juga menyoroti kompleksitas tantangan zaman modern yang kian tinggi, termasuk tantangan di bidang siber, digital, serta disrupsi di berbagai sektor yang menuntut umat Islam untuk siap beradaptasi secara cerdas.
Dalam menghadapi berbagai dinamika dan tekanan luar yang luar biasa, Prof. KH. Noor Achmad mengingatkan teladan Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana tercermin dalam Surat At-Taubah ayat 128, Rasulullah SAW senantiasa menunjukkan sikap penuh perhatian, kasih sayang, dan kepedulian yang tinggi terhadap umatnya.
Ekonomi Umat dan Moderasi Beragama
Sejalan dengan tema yang diangkat, Ketua Umum MUI Jawa Tengah menegaskan bahwa fokus utama gerak langkah MUI ke depan meliputi dua hal krusial: bagaimana membangun kemandirian ekonomi umat serta merawat moderasi beragama di tengah masyarakat.
Ketua Panitia MUSDA X MUI Kabupaten Brebes, Drs. KH. Akhmad Makmun, MSi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tuntutan organisasi yang wajib dilaksanakan secara berkala setiap lima tahun sekali.
Melalui momentum Musda X ini, diharapkan MUI Kabupaten Brebes mampu semakin memantapkan peranannya dalam memberikan solusi atas berbagai problematika umat.
Dalam sambutannya, ditegaskan pula bahwa MUI Kabupaten Brebes dituntut untuk menempatkan posisi secara tepat di tengah dinamika daerah.
“Tidak hanya berperan sebagai pemberi fatwa (mufti), pelayan umat (khodimul ummah), pembimbing (qudwatul ummah), dan penegak amar ma’ruf nahi munkar, MUI juga hadir sebagai waratsatul anbiya’ (pewaris para Nabi) yang membawa rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin).” ujarnya.
Selain itu, MUI Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah (shodiqul hukumah). Sinergi yang erat dengan berbagai pihak—khususnya pemerintah—terus ditingkatkan dalam menghadapi berbagai masalah kontemporer, seperti: Penanganan narkoba, radikalisme, terorisme, dan intoleransi, Pengentasan kemiskinan, Dakwah kepada kaum milenial serta literasi bermedia sosial secara bijak guna menghindari hoaks, hate speech, fitnah, dan adu domba.
Panitia juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar penyelenggaraan MUSDA X ini dapat berjalan lancar serta menghasilkan rumusan terbaik bagi kemajuan organisasi dan pembangunan bangsa, khususnya di Kabupaten Brebes.
Momentum ini diharapkan mampu meningkatkan khidmah demi kemajuan MUI, kesejahteraan umat, dan kemaslahatan bangsa. St


