SEMARANG (Jatengdaily.com)– Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) mulai menjajaki penguatan peran Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang sebagai salah satu pusat pendidikan, pelatihan, dan pengembangan standar kompetensi layanan kesehatan syariah di masa mendatang.
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Pengurus Besar MUKISI di bawah kepemimpinan yang baru, ke RSI Sultan Agung Semarang, Kamis (13/8/2026). Rombongan dipimpin Ketua Umum MUKISI dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS, didampingi Sekretaris Jenderal dr. H. Bima Achmad Bina Nurutama, MPH, MQM, serta Wakil Ketua dr. Hj. Hajar Fatma Sari, MARS., FISQua.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang penjajakan kerja sama strategis antara MUKISI dan RSI Sultan Agung, khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, penerapan kebijakan, serta pengembangan standar layanan kesehatan berbasis syariah.
Dalam pertemuan itu, turut dibahas kemungkinan pengembangan gagasan BPJS Syariah yang sebelumnya pernah digagas oleh Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua.
RSI Sultan Agung memiliki sejarah panjang dalam perkembangan MUKISI. Rumah sakit tersebut turut membidani lahirnya MUKISI dan hingga kini konsisten menerapkan standar layanan dengan pendekatan hybrid, yakni memadukan standar akreditasi nasional dengan standar akreditasi syariah.
Posisi tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan program pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan di RSI Sultan Agung yang telah mengantongi akreditasi internasional. Kondisi ini menjadikan RSI Sultan Agung dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi salah satu mitra strategis MUKISI dalam pengembangan kompetensi layanan kesehatan syariah.
Menurut Dr Agus, dengan tagline “Global Islamic Teaching Hospital”, RSI Sultan Agung menegaskan komitmennya untuk terus terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai elemen perjuangan umat Islam, khususnya dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang profesional, amanah, bermutu, dan sesuai dengan prinsip syariah.
Kerja sama dengan MUKISI diharapkan tidak hanya memperkuat posisi RSI Sultan Agung sebagai rumah sakit pendidikan dan pelayanan kesehatan Islam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem layanan kesehatan syariah di Indonesia.
Seperti diketahui, RSI Sultan Agung Semarang juga mendapat kepercayaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai salah satu pusat layanan kesehatan tradisional terintegrasi syariah.
Berbekal berbagai pengalaman tersebut, RSI Sultan Agung diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang memiliki kompetensi profesional sekaligus memahami dan mampu menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam pelayanan kesehatan. she


