Nelayan KM Tunggu Pangestu Ditemukan Meninggal, Sempat Hilang Tenggelam di Sungai Sambong Batang

Nelayan KM Tunggu Pangestu ditemukan meninggal. Foto: Basarnas Semarang

BATANG (Jatengdaily.com) – Basarnas Kantor SAR Semarang bersama tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi Eko Kudiran (32), nelayan kru KM Tunggu Pangestu yang sebelumnya dilaporkan hanyut dan tenggelam di Sungai Sambong, Batang. Korban ditemukan pada Selasa (10/2/2026) siang dalam kondisi meninggal dunia, terapung di laut sekitar 2 mil dari lokasi kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya menerima informasi dari nelayan setempat yang melihat sesosok mayat terapung di tengah laut.

“Kami terima info dari nelayan sekitar bahwa mereka melihat ada mayat terapung dan segera menghubungi tim yang sedang melakukan pencarian, itu sekitar pukul setengah tiga,” ujar Budiono.

Tim SAR yang tengah melakukan operasi pencarian langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Namun saat tiba di titik tersebut, jasad korban sudah tidak berada di tempat karena tidak diamankan oleh nelayan yang pertama kali melihatnya.

“Tim sempat melakukan pencarian lagi karena korban sudah bergeser dari lokasi awal nelayan tersebut melihat. Butuh dua jam bagi tim untuk melakukan pencarian dan alhamdulillah korban akhirnya berhasil ditemukan kembali,” imbuhnya.

Setelah ditemukan kembali, korban segera dievakuasi menuju pantai. Sekitar pukul 17.50 WIB, tim tiba di darat dan selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Kalisari Batang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi SAR ini sehingga korban bisa cepat ditemukan,” pungkas Budiono.

Sebelumnya diberitakan, Eko Kudiran, warga Dukuh Sumur, Kelurahan Ujung Kulon, Kecamatan Kandeman, Batang, dilaporkan hilang saat hendak memeriksa baling-baling kapal yang tidak berputar akibat kerusakan mesin. Korban menyelam menggunakan alat selam tradisional untuk mengecek kondisi baling-baling.

Namun menurut rekannya, Subandriyo, yang berada di lokasi, korban tidak kunjung muncul ke permukaan. Saksi kemudian menyelam untuk memastikan kondisi korban dan mendapati Eko terjepit di antara baling-baling kapal.

Melihat rekannya terjepit, saksi segera naik ke permukaan dan menuju ruang kemudi untuk memutar kemudi kapal dengan harapan korban bisa terlepas. Naas, setelah terlepas dari jepitan, korban justru terseret arus air dan menghilang. Upaya pertolongan sempat dilakukan, namun korban keburu tenggelam dan tidak terlihat lagi hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. she

Share This Article
Exit mobile version