DEMAK (Jatengdaily.com) – Musim kemarau yang identik dengan cuaca panas justru menjadi berkah bagi petani semangka di Kabupaten Demak. Di sejumlah sentra pertanian, salah satunya di Desa Mranak, Kecamatan Demak, para petani tengah menikmati panen raya semangka dengan kualitas buah yang dinilai lebih baik. Meski hasil panen sedikit menurun dibandingkan tahun lalu, kenaikan harga jual mampu menambah keuntungan para petani.
Hamparan tanaman semangka yang telah matang tampak memenuhi lahan pertanian. Sejak pagi hari, petani sibuk memetik buah, mengumpulkan, lalu menyortirnya berdasarkan ukuran dan kualitas sebelum dikirim ke pasar maupun pengepul. Sebagian hasil panen juga langsung dibeli masyarakat yang datang ke kebun.
Musim kemarau dinilai sebagai waktu paling ideal untuk membudidayakan semangka. Intensitas sinar matahari yang tinggi membantu proses pembentukan kadar gula dalam buah, sehingga menghasilkan semangka yang lebih manis dengan kualitas yang lebih baik. Setelah melalui masa tanam dan perawatan sekitar dua bulan, petani akhirnya dapat memetik hasil kerja keras mereka.
Dalam satu musim tanam, petani mampu menghasilkan puluhan ton semangka dari lahan yang digarap. Buah-buah tersebut dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Tengah bahkan hingga luar provinsi untuk memenuhi tingginya permintaan pasar selama musim kemarau.
Salah seorang petani, Asmunah, mengaku hasil panen tahun ini memang sedikit berkurang. Namun kondisi tersebut tertutupi oleh harga jual yang lebih tinggi dibandingkan musim sebelumnya. “Produksinya memang sedikit turun, tetapi harga sekarang lebih bagus. Di tingkat petani berkisar Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilogram, jadi masih menguntungkan,” ujarnya, Jumat (17/07/2026) .
Hal senada disampaikan petani lainnya, Wartiwi. Ia berharap cuaca cerah dapat terus bertahan hingga masa panen selesai agar kualitas buah tetap terjaga. “Kalau cuaca mendukung seperti sekarang, buah lebih bagus dan pembeli juga lebih banyak. Semoga harga tetap stabil sampai panen berakhir,” katanya.
Panen semangka juga menarik minat masyarakat untuk membeli langsung di kebun. Selain mendapatkan harga yang lebih terjangkau, pembeli bisa membawa pulang buah yang baru dipetik sehingga kesegarannya lebih terjamin. “Saya lebih senang beli langsung di kebun karena buahnya masih segar, harganya juga lebih murah dibandingkan di pasar,” ungkap Feri, salah seorang pembeli.
Panen raya semangka pada musim kemarau tahun ini menjadi kabar menggembirakan bagi petani di Kabupaten Demak. Dengan harga jual yang terus membaik dan permintaan pasar yang tetap tinggi, para petani berharap cuaca tetap bersahabat sehingga seluruh hasil panen dapat terserap pasar dan memberikan keuntungan yang maksimal. rie-she


