Panggung Cerita Anak Demak Bersinar, 14 Finalis Adu Bakat Lewat Lomba Bertutur 2026 Dinperpusar 

Para peserta Lomba Bertutur foto bersama dewan juri dan Kepala Dinperpusar Kabupaten Demak Agung Hidayanto serta Kabid Perpustakaan Siswati Tri Pujiastuti. Foto : sari jati
DEMAK (Jatengdaily.com)– Suasana penuh semangat literasi dan kreativitas anak-anak mewarnai Grand Final Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Demak Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk bakat sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda dalam menghidupkan cerita-cerita rakyat yang sarat nilai budaya lokal.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Demak, Agung Hidayanto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian lomba sejak tahap awal. Dari total 49 peserta yang mengirimkan video di babak penyisihan, terpilih 14 finalis terbaik yang tampil di babak puncak.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian lomba ini,” ujar Agung Hidayanto, didampingi Kabid Perpustakaan Siswati Tri Pujiastuti, Kamis (23/04/2026)
Ia menegaskan, para finalis merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Demak yang telah menunjukkan semangat literasi, keberanian, dan kreativitas luar biasa. Menurutnya, lomba bertutur tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang penting bagi anak-anak.
“Lomba bertutur ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi media untuk melatih kemampuan berbicara, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkaya wawasan melalui cerita-cerita yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal Demak,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap kegiatan ini mampu mendorong tumbuhnya budaya literasi, khususnya membaca dan bertutur, di tengah masyarakat. Cerita-cerita yang disampaikan para peserta dinilai memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap budaya literasi dapat semakin tumbuh dan berkembang di Kabupaten Demak. Cerita-cerita yang kalian sampaikan menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya serta membangun karakter generasi muda yang cerdas dan berakhlak,” tambahnya.
Agung juga menyampaikan terima kasih kepada dewan juri yang terdiri dari para akademisi dan praktisi pendidikan atas dedikasi dan profesionalisme dalam memberikan penilaian. Tak lupa, apresiasi diberikan kepada guru dan orang tua yang telah mendampingi anak-anak selama proses lomba.
“Kepada dewan juri, kami ucapkan terima kasih atas dedikasi dan profesionalismenya. Kepada para guru dan orang tua, terima kasih atas dukungan dan bimbingannya kepada anak-anak kita,” tuturnya.
Di akhir acara, para pemenang pun diumumkan. Juara pertama diraih oleh Medina Almaira Pramuditta dari SDS IT Azzahra Demak dengan cerita “Asal Usul Rawa Pening: Cerita Baru Klinthing”. Disusul Beryiga Ekna Zerolin dari SD Negeri Batursari 3 sebagai juara kedua, dan Natasya Kholisatun Nisfah dari SD Negeri Dempet 1 di posisi ketiga. rie-she
Share This Article
Exit mobile version