DEMAK (Jatengdaily.com)- Polres Demak memperkuat penanganan pascabanjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (03/04/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa yang terjadi di Desa Trimulyo dan Desa Sidoarjo, Kecamatan Guntur itu menyebabkan tanggul jebol di tiga titik, sehingga air meluap dan merendam permukiman warga.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait saat ini fokus pada upaya penanganan pascabanjir guna membantu masyarakat terdampak.
“Penanganan pascabanjir menjadi prioritas kami, mulai dari evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, hingga percepatan pemulihan lingkungan,” kata AKBP Samel, Selasa (07/04/2026).
Banjir berdampak luas hingga sembilan desa di empat kecamatan di Kabupaten Demak. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik aman yang telah disiapkan pemerintah setempat.
Di Kecamatan Guntur, terdapat lima desa yang terdampak, yakni Desa Trimulyo, Sidoharjo, Tlogorejo, Turirejo, dan Sumberejo. Selain itu, genangan juga terjadi di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam, serta Desa Solowire dan Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung.
Kapolres menjelaskan, jebolnya tanggul dipicu meningkatnya debit air Sungai Tuntang setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sejak Kamis (02/04/2026) malam.
“Debit air meningkat signifikan setelah hujan deras di wilayah hulu. Tanggul tidak mampu menahan sehingga jebol di beberapa titik dan air melimpas ke permukiman,” kata AKBP Samel.
Dalam penanganannya, Polres Demak bersama instansi terkait mengerahkan Pasukan Siaga Bhayangkara untuk mengevakuasi warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Selain evakuasi, posko siaga banjir didirikan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat distribusi bantuan. Bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan kebutuhan pokok terus disalurkan kepada para pengungsi.
“Polres Demak juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak. Layanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, hingga penanganan awal bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir,” terangnya.
Upaya pemulihan psikologis dilakukan melalui kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan warga yang mengalami tekanan pascabencana.
“Untuk memenuhi kebutuhan logistik, dapur umum didirikan dan dioperasikan secara berkelanjutan. Makanan siap saji dari dapur umum tersebut didistribusikan ke berbagai titik pengungsian. Selain itu, bantuan sosial turut disalurkan kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan selama masa tanggap darurat,” ungkapnya.
Dalam tahap pemulihan, pasukan siaga Bhayangkara Polres Demak juga melakukan kerja bakti membersihkan fasilitas umum, saluran air, serta lingkungan permukiman warga yang terdampak banjir.
Pengaturan lalu lintas juga diterapkan di sejumlah ruas jalan terdampak genangan untuk memastikan mobilitas warga dan distribusi bantuan tetap berjalan lancar.
Kapolres Demak AKBP Samel menegaskan, pihaknya bersama Forkopimda akan terus berupaya maksimal hingga kondisi kembali pulih. Di sisi lain, pengamanan wilayah tetap dilakukan melalui patroli rutin guna mencegah potensi gangguan Kamtibmas, termasuk tindak kriminalitas di rumah warga yang ditinggal. rie-she


