DEMAK (Jatengdaily.com)– Ratusan warga Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, memadati lokasi pelaksanaan Dapur Marhaen dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak, Jumat (10/07/2026). Program yang merupakan instruksi DPP PDI Perjuangan tersebut menyasar masyarakat di wilayah yang akses layanan kesehatannya masih terbatas.
Sekitar 300 warga mengikuti kegiatan itu dengan memanfaatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kesehatan mata hingga konsultasi kesehatan umum. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi karena layanan tersebut dinilai mempermudah warga yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh menuju puskesmas.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak, HS Fahrudin Bisri Slamet, mengatakan Desa Mlaten dipilih karena letaknya relatif jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Ini merupakan perintah dari DPP Partai agar setiap tanggal 10 dilaksanakan kegiatan Dapur Marhaen dan cek kesehatan gratis. Kali ini kami memilih Desa Mlaten karena lokasinya cukup jauh dari puskesmas. Antusiasme masyarakat luar biasa, bahkan ada warga yang sedang sakit datang dengan cara digendong keluarganya agar bisa mendapatkan pemeriksaan,” ujarnya.
Fahrudin menjelaskan, kegiatan itu tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana deteksi dini berbagai penyakit yang banyak diderita masyarakat. Pemeriksaan mata menjadi salah satu layanan yang paling diminati, disusul pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah.
Menurutnya, DPC PDI Perjuangan akan melaksanakan kegiatan serupa secara rutin setiap bulan dengan lokasi yang bergantian. Sasaran utamanya adalah desa-desa yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
“Kami melakukan jemput bola. Desa-desa yang jauh dari fasilitas kesehatan kami petakan sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan lebih dekat,” kata Fahrudin.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi warga terkait pelayanan kesehatan. Hasil temuan dari setiap kegiatan akan menjadi bahan evaluasi, termasuk kemungkinan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Demak apabila ditemukan persoalan yang sama di berbagai wilayah.
“Kalau nanti setelah beberapa kali kegiatan ternyata memang faktor jarak menjadi penyebab utama masyarakat kesulitan mengakses layanan kesehatan, tentu akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah. Harapannya keberadaan pos kesehatan atau layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat bisa diperbanyak,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagai partai politik, PDI Perjuangan ingin terus hadir di tengah masyarakat, baik melalui kegiatan sosial maupun penyerapan aspirasi. Dari tiga kali pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dilakukan, keluhan gangguan penglihatan pada warga lanjut usia menjadi temuan yang paling banyak dijumpai, disamping tingginya peserta yang memanfaatkan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular. rie-she


