DEMAK (Jatengdaily.com)– Gerakan penyelamatan pesisir Demak kembali diperkuat melalui aksi penanaman mangrove di Desa Babalan, Kecamatan Wedung. Ratusan pelajar dan guru dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Tengah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak turun langsung menanam mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap ancaman abrasi dan rob yang terus menggerus kawasan pantai.
Kegiatan bertajuk Sigap Peduli Jaga Lingkungan itu tidak sekadar menjadi aksi penghijauan, tetapi juga sarana menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda. Para siswa diajak mengenal langsung pentingnya hutan mangrove sebagai benteng alami yang melindungi pesisir dari kerusakan.
Panitia kegiatan yang juga Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Tengah, Setya Nugroho, mengatakan pelibatan pelajar merupakan langkah strategis untuk membangun kepedulian sejak dini terhadap kondisi pesisir Demak yang membutuhkan perhatian bersama. “Sudah banyak disampaikan, jika tidak ada upaya penanaman mangrove seperti ini, Demak terancam tenggelam. Maka kita edukasi sejak dini para pelajar untuk ikut tanam mangrove bersama guru dan stakeholder lainnya,” ujar Setya, Kamis (16/07/2026).
Menurutnya, pelestarian mangrove tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan dunia pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekaligus menjadi agen perubahan di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak Mulyanto AP MSi MH mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dengan dunia pendidikan. Ia menilai gerakan bersama seperti ini menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
“Pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama. Semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat, terutama kalangan pelajar, maka semakin besar harapan kita untuk menjaga pesisir Demak tetap lestari bagi generasi mendatang,” kata Mulyanto.
Melalui aksi tanam mangrove tersebut, diharapkan kawasan pesisir Desa Babalan semakin terlindungi dari abrasi, sekaligus memperkuat fungsi ekologis mangrove sebagai penahan gelombang, penyerap karbon, dan habitat berbagai biota laut. Kolaborasi lintas sektor ini pun diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menyelamatkan pesisir Demak secara berkelanjutan. rie-she


