Pemkab Demak Tegaskan Dukungan untuk Guru Madin dan Pesantren, Infrastruktur Dilaksanakan Bertahap

3 Min Read
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah SE. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)– Pemerintah Kabupaten Demak menegaskan komitmennya untuk terus memperhatikan kesejahteraan para pendidik keagamaan, khususnya guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), melalui dukungan anggaran hibah. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Demak Eisti’anah saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar DPRD Kabupaten Demak di ruang rapat paripurna, Senin (13/07/2026). Agenda rapat membahas tanggapan pemerintah daerah terhadap berbagai masukan yang sebelumnya disampaikan fraksi-fraksi DPRD.

Salah satu perhatian yang mendapat respons dari pemerintah daerah berasal dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang meminta Pemkab Demak meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan guru madrasah, guru diniyah, guru honorer, serta keberlangsungan pondok pesantren sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE menjelaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran hibah secara berkala guna membantu meningkatkan kesejahteraan guru TPQ, guru Madin, serta mendukung operasional lembaga pendidikan keagamaan dan pondok pesantren.

“Pemerintah Kabupaten Demak telah mengalokasikan anggaran melalui dana hibah untuk mendukung kesejahteraan guru TPQ, guru Madin, serta pondok pesantren. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penguatan pendidikan keagamaan di Kabupaten Demak,” ujar Eisti’anah.

Selain sektor pendidikan keagamaan, Bupati juga menegaskan pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Program tersebut meliputi penataan kawasan perkotaan, penanganan wilayah terdampak abrasi, hingga pembangunan dan perbaikan jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Meski demikian, Eisti’anah menegaskan seluruh program pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah agar pelaksanaannya tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Juru Bicara Fraksi PKB DPRD Kabupaten Demak, Muh Syafi’i, menyampaikan bahwa fraksinya berharap pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas infrastruktur untuk menunjang pelayanan publik. Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan guru madrasah, guru diniyah, guru honorer, serta pondok pesantren juga dinilai perlu terus diperkuat karena memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat.

Melalui jawaban tersebut, Pemkab Demak menegaskan akan terus menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk para pendidik keagamaan. Langkah itu diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan. rie-she 

Share This Article
Exit mobile version