Peneliti Undip Kembangkan Nutri Sun D3, MPASI Berteknologi Freeze Drying untuk Cegah Stunting dan Pangan Darurat Bencana

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Kerja Sama, Inovasi, dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto dalam paparan ke wartawan, Kamis (12/3/2026). Foto: dok
SEMARANG (Jatengdaily.com)- Wakil Rektor IV Bidang Riset, Kerja Sama, Inovasi, dan Komunikasi Publik Undip,
Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D mengatakan Undip terus mendorong dan mengembangkan prestasi dosen dan mahasiswanya.
Salah satunya, Tim peneliti dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) yang mengembangkan produk makanan pendamping ASI (MPASI) bernama Nutri Sun D3.
Produk ini dirancang sebagai solusi pemenuhan gizi anak sekaligus pangan darurat dalam situasi bencana.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim peneliti yang terdiri dari Gemala Anjani, Fitriyono Ayustaningwarno, dan Ahmad Syauqy dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Undip.
Nutri Sun D3 dikembangkan untuk menjawab persoalan stunting, yakni gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial. Kondisi ini ditandai dengan nilai Z-Score tinggi badan menurut umur di bawah -2 standar deviasi menurut standar WHO.
Permasalahan pemenuhan gizi anak semakin kompleks ketika terjadi bencana alam. Situasi seperti banjir dapat menyebabkan terputusnya akses terhadap pangan segar dan air bersih, sehingga bayi berusia di atas enam bulan berisiko mengalami penurunan status gizi akibat keterbatasan makanan pendamping ASI yang memadai.
Menjawab tantangan tersebut, Nutri Sun D3 dikembangkan menggunakan teknologi freeze drying, yakni metode pengeringan dengan suhu rendah yang mampu mempertahankan kandungan gizi, rasa, dan struktur bahan mendekati kondisi segar. Teknologi ini juga membuat produk memiliki umur simpan lebih panjang tanpa memerlukan bahan pengawet.
Produk ini diformulasikan dari berbagai bahan bergizi seperti isolat protein kedelai, ubi, brokoli, bayam, minyak kedelai, serta fortifikasi vitamin D3.
Isolat protein kedelai dipilih karena bersifat hipoalergenik dan mudah dicerna oleh bayi, sementara ubi menjadi sumber energi kompleks. Adapun brokoli dan bayam kaya akan zat besi, kalsium, serta antioksidan yang mendukung pertumbuhan anak.
Selain itu, minyak kedelai dalam formulasi Nutri Sun D3 menyediakan asam lemak esensial yang berperan penting dalam perkembangan otak anak dan membantu penyerapan vitamin D3 secara optimal.
Wakil Rektor Wijayanto mengatakan, Undip sangat mengapresiasi inovasi yang dihasilkan para peneliti tersebut.
Menurutnya, pengembangan Nutri Sun D3 menunjukkan komitmen Undip dalam menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Undip terus mendorong dosen dan peneliti untuk menghasilkan inovasi yang dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat, termasuk masalah stunting dan kebutuhan pangan saat bencana. Nutri Sun D3 merupakan contoh bagaimana riset kampus dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, karakteristik produk yang ringan dan memiliki kadar air rendah juga memudahkan proses distribusi ke wilayah terdampak bencana yang sulit dijangkau.
Dengan kepadatan nutrisi yang tinggi serta kemudahan penyajian, Nutri Sun D3 diharapkan tidak hanya menjadi produk pangan praktis, tetapi juga dapat berperan sebagai intervensi gizi darurat untuk mencegah meningkatnya kasus stunting pascabencana.
Melalui inovasi ini, Undip berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya penanganan masalah gizi anak sekaligus mendukung kesiapsiagaan pangan pada situasi darurat di berbagai wilayah Indonesia. she
Share This Article
Exit mobile version