Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Demak Masifkan Penanaman Mangrove dan Normalisasi Sungai 

4 Min Read
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah didampingi Sekda H Akhmad Sugiharto dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mulyanto saat meninjau lokasi penanaman mangrove. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)- Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Demak berlangsung dengan aksi nyata. Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Pemerintah Kabupaten Demak menggelar penanaman 1.500 bibit mangrove di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Sabtu (06/06/2026). Dilanjutkan dialog virtual bersama Gubernur Jawa Tengah, Akhmad Luthfi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi ancaman perubahan iklim dan naiknya air rob yang terus menggerus kawasan pesisir Demak. Penanaman mangrove dilakukan di bibir sungai sebagai benteng alami untuk mengurangi dampak rob sekaligus menjaga ekosistem pesisir.

Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, SE mengatakan, persoalan rob di wilayah pesisir Demak membutuhkan langkah yang lebih komprehensif. Menurutnya, kondisi geografis Demak yang relatif rendah membuat penanaman mangrove saja belum cukup untuk melindungi masyarakat dari ancaman genangan rob.

“Kondisi alam di pesisir Demak air rob terus naik. Kita bersama mencari solusi. Tidak bisa hanya mengandalkan mangrove atau terus meninggikan jalan. Solusinya adalah mencarikan jalan agar air rob kembali ke laut melalui normalisasi dan mengaktifkan kembali sungai-sungai yang sudah mati,” ujar Eisti’anah.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Pusat Data dan Informasi Sumber Daya Air serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna mempercepat program normalisasi sungai.

“Kalau memang ada anggaran, kami dari APBD akan mencari sesuai kemampuan daerah untuk mendukung normalisasi,” katanya.

Selain persoalan rob, Bupati juga menyoroti penanganan sampah yang dinilai harus menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi harus melibatkan masyarakat hingga tingkat rumah tangga melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Pemkab Demak juga terus mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R). Minimal satu TPS 3R di tiap kecamatan, untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, H. Akhmad Sugiharto, ST, MT mengajak seluruh organisasi perangkat daerah dan masyarakat menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

“Menjaga kelestarian lingkungan adalah tugas dan tanggung jawab bersama. Kita tidak hidup selamanya, tetapi lingkungan ini akan diteruskan kepada anak cucu kita. Jika lingkungan baik, Insya Allah manfaatnya juga akan dirasakan generasi mendatang,” ungkapnya.

Sekda juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai yang mengalami penyempitan akibat sedimentasi maupun aktivitas manusia. Ia mengungkapkan masih ditemukan bangunan yang memakan badan sungai hingga kebiasaan membuang sampah sembarangan yang menghambat aliran air.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Mulyanto, A.P., M.Si., M.H menyebutkan hingga tahun 2026 telah tertanam sebanyak 1.844.700 bibit mangrove di Kabupaten Demak. Tahun ini saja telah ditanam 86.811 bibit, ditambah 1.500 bibit pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sehingga total mencapai 92.477 bibit.

Selain penanaman mangrove, rangkaian kegiatan juga diisi kerja bakti yang melibatkan 86 instansi dengan hasil pengumpulan 1.406,6 kilogram sampah organik dan 1.443,2 kilogram sampah anorganik, serta pencabutan 348 iklan liar yang dipaku di pohon.

“Hutan mangrove Demak sangat membanggakan. Di Karangtengah, Bonang, dan Wedung kondisinya relatif baik berkat kerja sama masyarakat, komunitas pemerhati lingkungan, dan pemerintah,” pungkasnya. rie-she

Share This Article
Exit mobile version