Peringati Harganas ke-33, BKKBN Jateng Serukan “Ayah Wajib Hadir” untuk Wujudkan Keluarga Berkualitas

By Sunarto
5 Min Read
Kepala Perwakilan Kemenduk Bangga/BKKBN Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, MM, mengibarkan bendera start dari halaman kantor BKKBN Jateng. Ratusan peserta kemudian menempuh rute menuju Tugu Muda, melintasi Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pierre Tendean, sebelum kembali finis di kantor BKKBN Jawa Tengah, Rabu 1 Juli 2026. Foto: Sunarto

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Suasana semarak mewarnai peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemenduk Bangga/BKKBN) Jawa Tengah, Rabu 1 Juli 2026.

Kegiatan diawali dengan jalan santai yang diikuti seluruh pimpinan, pegawai, serta para mitra kerja sebagai simbol komitmen bersama memperkuat peran keluarga dalam pembangunan bangsa.

Kepala Perwakilan Kemenduk Bangga/BKKBN Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, MM, mengibarkan bendera start dari halaman kantor BKKBN Jateng. Ratusan peserta kemudian menempuh rute menuju Tugu Muda, melintasi Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pierre Tendean, sebelum kembali finis di kantor BKKBN Jawa Tengah.

Selain jalan santai, rangkaian acara semakin meriah dengan berbagai permainan antartim, hiburan musik, undian hadiah, serta sarapan bersama yang menciptakan suasana akrab di antara peserta.

Di sela kegiatan, Rusman Efendi menjelaskan bahwa tema Harganas ke-33 tahun 2026, “Ayah Wajib Hadir”, dipilih sebagai pengingat akan pentingnya kehadiran sosok ayah dalam kehidupan anak.

Menurutnya, saat ini sekitar 25,8 persen anak Indonesia mengalami kondisi fatherless atau kehilangan peran ayah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kehadiran ayah di dalam keluarga menjadi sangat penting. Peringatan Harganas ini menjadi momentum agar setiap keluarga kembali menengok rumahnya, memastikan keluarga tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” ujarnya.

Rusman menuturkan, semakin banyak keluarga yang kedua orang tuanya bekerja sehingga waktu bersama anak menjadi semakin terbatas. Karena itu, kualitas kebersamaan harus terus dijaga.

“Orang tua harus meningkatkan kualitas pengasuhan dengan benar-benar hadir, terutama ayah. Hal-hal sederhana seperti mengambil rapor anak di sekolah atau meluangkan waktu berbincang bersama memiliki makna yang sangat besar,” katanya.

Ayah Lepas Gawai 15 Menit Setiap Hari

Sebagai upaya menguatkan peran ayah, BKKBN menggulirkan salah satu program prioritas atau quick win, yakni Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Melalui program tersebut, para ayah diajak menyediakan sedikitnya 15 menit setiap hari untuk berinteraksi secara penuh dengan anak tanpa gangguan telepon genggam.

“Sekurang-kurangnya 15 menit sehari ayah harus bersama anak-anaknya. Semua lepas, tidak ada yang memegang handphone. Ayah berbincang dengan anak-anaknya. Orang tua harus tetap menjadi orang tua, bukan handphone yang menggantikannya,” tegas Rusman.

Selain GATI, BKKBN juga memprioritaskan program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) sebagai solusi bagi keluarga yang kedua orang tuanya bekerja.

Menurut Rusman, keberadaan tempat penitipan anak yang aman dan berkualitas sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Ia menegaskan, kasus kekerasan terhadap anak di tempat penitipan yang sempat terjadi di Yogyakarta menjadi pelajaran penting agar seluruh day care memenuhi standar pelayanan.

“Pendamping harus kompeten dan memiliki sertifikasi. Pertumbuhan serta perkembangan anak harus terpantau, dan komunikasi dengan orang tua harus berjalan baik. Kasus di Yogyakarta terjadi karena day care-nya tidak berizin dan pengasuhnya tidak memiliki kompetensi. Karena itu, antara tempat penitipan anak dan orang tua harus memiliki komunikasi yang baik,” jelasnya.

Program prioritas lainnya adalah Sidaya (Lansia Berdaya) yang bertujuan mendorong para lanjut usia tetap aktif, mandiri, dan produktif sehingga tidak menjadi beban keluarga maupun lingkungan.

Penghargaan bagi Daerah Berprestasi

Pada kesempatan tersebut, Kemenduk Bangga/BKKBN Jawa Tengah juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai ajang yang mendukung pembangunan keluarga.

Sedangkan Ajang Kespro untuk Kamu (AKUKAMU), juara pertama diraih Chitra Sintarani, S.Pd., M.Pd. dari Kota Semarang. Juara kedua diraih Fikri Cahyo Wicaksono dari Kabupaten Semarang, disusul Ervina Rika Amanda dari Kota Semarang dan Steven Parera Putra Mahardika dari Kabupaten Sragen.

Pada kategori Gerakan Asri “Tamasya Cinta Lingkungan”, penghargaan terbaik diberikan kepada TPA Nurul Umahat dari Kabupaten Purbalingga dan TPA Ibunda dari Kabupaten Batang.

Sementara itu, kategori Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas tingkat kabupaten menempatkan Kampung KB Manggarsari, Kabupaten Semarang sebagai peringkat pertama, diikuti Kampung KB Mandiri Kencana (Kabupaten Wonosobo), Kampung KB Maju Bersama (Kabupaten Klaten), Kampung KB Sirangkul Sari (Kabupaten Brebes), dan Kampung KB Amanah (Kabupaten Kebumen).

Untuk kategori kota, peringkat pertama diraih Kampung KB Candi Sejahtera dari Kota Semarang, disusul Kampung KB Urip Rejo dari Kota Pekalongan, dan Kampung KB Cerah Ceria dari Kota Surakarta.

Apresiasi juga diberikan kepada Rumah Dataku Kampung KB Mesem, Kota Salatiga, sebagai penerima penghargaan dalam kategori Rumah Data Kependudukan.

Melalui peringatan Harganas ke-33 ini, Kemenduk Bangga/BKKBN Jawa Tengah berharap semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa pembangunan bangsa berawal dari keluarga yang harmonis, dengan kehadiran orang tua—terutama ayah—yang aktif mendampingi tumbuh kembang anak. Sunarto

Share This Article
Exit mobile version