BLORA (Jatengdaily.com) — Kehadiran listrik dalam kehidupan masyarakat tidak hanya membuka akses terhadap energi, tetapi juga menuntut peningkatan pemahaman mengenai aspek keselamatan. PLN melalui UPT Semarang melakukan edukasi kepada siswa SDN 1 Jepangrejo mengenai bahaya bermain layang-layang di dekat SUTET dan SUTT. Sosialisasi ini bertujuan meminimalkan potensi bahaya penggunaan energi listrik di lingkungan tempat tinggal.
Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi SDN 1 Jepangrejo mendapatkan penjelasan secara interaktif tentang risiko bermain layang-layang di sekitar jaringan dan instalasi listrik. Para siswa diberikan pemahaman bahwa benang layang-layang yang basah atau menggunakan bahan yang bersifat konduktor dapat menghantarkan listrik sehingga berpotensi menyebabkan sengatan listrik yang berakibat fatal, bahkan kematian.
“Kami tentunya memahami bahwa bermain layang-layang merupakan tradisi dan aktivitas yang digemari oleh anak-anak. Akan tetapi, perlu diingat bahwa bermain layang-layang di dekat tiang listrik dan jaringan dapat membahayakan keselamatan,” ujar Achmad Ridwan, Manager UPT Semarang, Selasa (8/9/2026).
Achmad menambahkan, sosialisasi ini merupakan bagian dari program K3L PLN sekaligus program kampanye Awareness ROW dari PLN UPT Semarang untuk memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya keamanan dalam menggunakan energi listrik, khususnya di area yang berada di bawah jaringan ROW (Right of Way).
“Kami juga mengedukasi para siswa mengenai ROW, yaitu ruang bebas aman di sekitar jaringan listrik yang tidak boleh terdapat gangguan dari benda asing, baik pohon, bangunan, maupun aktivitas, termasuk bermain layang-layang. Kami berharap para siswa selanjutnya dapat menularkan pengetahuan ini kepada keluarga maupun teman-temannya di lingkungan tempat tinggal,” jelas Achmad.
Kepala Sekolah SDN 1 Jepangrejo, Mongin, S.Pd.I., M.Pd., menyambut baik sosialisasi yang dilakukan PLN UPT Semarang dalam memberikan edukasi kepada siswa-siswinya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bagi guru dan orang tua.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang telah memberikan pemahaman penting ini. Anak-anak memang perlu diingatkan terus tentang bahaya yang mungkin timbul dari aktivitas sehari-hari mereka, termasuk bermain layang-layang,” ujar Rumiah.
Manager PLN UIT JBT, Amiruddin, menyampaikan komitmennya untuk terus melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya dan manfaat listrik kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.
“Kami berharap, dengan adanya sosialisasi ini, tidak hanya anak-anak yang memiliki kesadaran akan bahaya dan manfaat listrik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang dapat mengingatkan teman-teman dan keluarganya tentang pentingnya keselamatan ketenagalistrikan,” ujar Amiruddin.
Melalui kegiatan ini, ia mengatakan bahwa PLN tidak hanya menjalankan tanggung jawabnya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat, kasus gangguan akibat benda asing seperti layang-layang dapat berkurang, serta masyarakat dapat menikmati listrik yang andal dan aman. she


