Perkokoh Dakwah Kemanusiaan, PWA Jawa Tengah Gelar Jambore

5 Min Read
Pelaksanaan Jambore Milad 'Aisyiyah Jawa Tengah tahun lalu. Foto: ilustrasi

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah akan menyelenggarakan Jambore Milad Ke-109 ‘Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 pada 27–28 Juni di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat dakwah kemanusiaan, membangun ketahanan keluarga, serta mendorong transformasi sosial berbasis masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema ”Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qaryah Thayyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem” itu dirancang sebagai ruang konsolidasi gerakan, penguatan
kapasitas kader, sekaligus implementasi program-program berdampak yang selama ini dijalankan
‘Aisyiyah di berbagai daerah.

Ketua PWA Jawa Tengah Dr Eny Winaryati MPd mengatakan, peringatan Milad Ke-109 ‘Aisyiyah yang bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang tangguh,masyarakat yang berdaya, dan bangsa yang berkemajuan.

”Dakwah kemanusiaan yang dikembangkan ‘Aisyiyah tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan pendidikan, tetapi juga melalui aksi nyata pemberdayaan masyarakat. Penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan keluarga, pencegahan stunting, dan pengurangan kemiskinan ekstrem merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, berkeadaban, dan hidup dalam suasana damai,” ujarnya.

Pada acara pembukaan, panitia mengundang sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Ketua BAZNAS Jawa Tengah KH Ahmad Daroji, Ketua Umum BKOW Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, serta Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah Prof Dr Casmini.

Melalui forum ini, peserta akan memperoleh penguatan wawasan mengenai pembangunan keluarga berkualitas, strategi ketahanan pangan nasional, pencegahan stunting, penguatan dakwah komunitas, hingga optimalisasi zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Ketua Panitia Dr Hj Amiroh MAg menjelaskan, jambore akan diikuti 600 peserta terdiri atas Pimpinan Harian PWA Jawa Tengah, utusan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Korps Muballighat, Mualaf Center ‘Aisyiyah, serta unsur majelis dan lembaga yang terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat.

Berbeda dengan kegiatan seremonial pada umumnya, Jambore Milad tahun ini menekankan pendekatan partisipatif dan aksi lapangan. Pada hari kedua, peserta akan melakukan turba (turun ke bawah) di lima desa yang telah ditetapkan sebagai lokasi pendampingan dan pembelajaran sosial.

”Melalui kunjungan langsung ke masyarakat, peserta akan melaksanakan silaturahmi, survei sosial, pendataan keluarga, observasi potensi desa, identifikasi permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem, serta dialog bersama tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan warga setempat,” ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan turba itu tidak hanya bertujuan memperoleh gambaran kondisi riil masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan basis data dan pemetaan kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran.

Hasil survei dan kajian lapangan dari lima desa tersebut selanjutnya akan diolah menjadi sebuah White Paper (Kertas Kebijakan) yang memuat potensi, tantangan, rekomendasi program, serta strategi penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan, pencegahan stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Dia berharap, White Paper tersebut menjadi bahan advokasi dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah serta para pemangku kepentingan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, sehingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan.

”Jambore juga menjadi wahana kolaborasi lintas majelis dan lembaga dalam mendukung implementasi program prioritas’Aisyiyah. Sepuluh Badan Pembantu Pimpinan (BPP), majelis, dan lembaga akan berkolaborasi menghadirkan berbagai program yang terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Untuk menginspirasi lahirnya inovasi di tingkat daerah, katanya, panitia juga menyelenggarakan berbagai ajang apresiasi praktik baik (best practice), antara lain Program Qaryah Thayyibah, Dakwah Digital, Dakwah Komunitas, serta Role Play Biro Konsultasi Keluarga Sakinah.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi media berbagi pengalaman dan memperluas replikasi program-program unggulan di seluruh Jawa Tengah.

”Melalui Jambore Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah Jawa Tengah meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan masyarakat.”

“Dengan memperkuat keluarga, mengembangkan ketahanan pangan, serta memperluas gerakan pemberdayaan berbasis komunitas, ‘Aisyiyah berupaya mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, berkeadilan, dan berkemajuan menuju Indonesia yang damai dan berkeadaban,” tandasnya. St

Share This Article
Exit mobile version