Perkuat Global Employability, Sekolah Vokasi dan Fakultas Ilmu Budaya Undip Perluas Kemitraan Industri di Jepang

Dekan Sekolah Vokasi Undip Prof Budiyono, Dekan FIB Undip Prof Alamsyah, bersama pimpinan Gifu Spring Golf Club, mahasiswa magang, dan jajaran delegasi seusai penandatanganan perjanjian kerja sama di Prefektur Gifu, Jepang, Kamis (22/10/2026). Foto: Dok. Undip

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Universitas Diponegoro (Undip) terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing internasional. Melalui sinergi Sekolah Vokasi dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Undip memperluas kemitraan dengan perusahaan-perusahaan di Jepang untuk meningkatkan kesempatan magang, pengalaman profesional, serta peluang karier global bagi mahasiswa dan alumni.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui serangkaian kunjungan kerja dan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan empat perusahaan Jepang pada 19–23 Oktober 2026.

Keempat perusahaan tersebut adalah Daiichi Takimotokan di Hokkaido, Michinori Hotels Co., Ltd. di Prefektur Iwate, Gifu Spring Co., Ltd., serta Gifu Seki Kaihatsu Co., Ltd. di Prefektur Gifu.

Delegasi Sekolah Vokasi Undip dipimpin oleh Dekan Sekolah Vokasi Undip Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., didampingi Ketua Program Studi Bahasa Asing Terapan, Sriwahyu Istana Trahutami, S.S., M.Hum. Sementara itu, Fakultas Ilmu Budaya Undip diwakili oleh Dekan Prof. Dr. Alamsyah, S.S., M.Hum., bersama Ketua Program Studi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Budi Mulyadi, S.Pd., M.Hum.

Kedua fakultas melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan keempat perusahaan tersebut sebagai bagian dari penguatan hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia industri Jepang.

Kerja sama diarahkan untuk memperluas kesempatan magang internasional, meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, serta membuka peluang pengembangan karier lulusan di Jepang.

Sinergi Pendidikan Bahasa dan Kebutuhan Industri Global

Kolaborasi Sekolah Vokasi dan Fakultas Ilmu Budaya Undip memiliki nilai strategis karena kedua unit akademik tersebut sama-sama mengembangkan pendidikan bahasa Jepang melalui pendekatan dan karakteristik keilmuan masing-masing.

Sekolah Vokasi Undip melalui Program Studi Bahasa Asing Terapan, khususnya konsentrasi Bahasa Jepang, menekankan penguasaan bahasa untuk kebutuhan profesional dan penerapannya secara langsung di dunia kerja.

Sementara itu, Program Studi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB Undip memperkuat penguasaan bahasa, pemahaman budaya, serta kompetensi akademik yang relevan dengan interaksi lintas budaya.

Kedua pendekatan tersebut saling melengkapi dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi bahasa Jepang, tetapi juga memahami budaya kerja, etika profesional, dan tuntutan industri internasional.

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., menekankan bahwa penguatan Global Employability perlu dilakukan melalui kerja sama nyata antara perguruan tinggi dan industri internasional.

“Penguasaan bahasa asing merupakan modal penting, tetapi kesiapan bekerja di tingkat global membutuhkan lebih dari itu. Mahasiswa juga harus memiliki kompetensi profesional, karakter yang baik, kemampuan beradaptasi, dan pengalaman langsung di lingkungan industri internasional,” ujar Budiyono.

Menurutnya, kolaborasi antara Sekolah Vokasi dan Fakultas Ilmu Budaya menjadi contoh bagaimana kekuatan akademik lintas fakultas dapat disinergikan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa Undip.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip, Prof. Dr. Alamsyah, S.S., M.Hum., menekankan pentingnya menghubungkan kompetensi bahasa dan pemahaman budaya dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

“Penguasaan bahasa dan pemahaman budaya Jepang harus mampu membuka peluang nyata bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional dan mengembangkan karier internasional. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja global,” ungkap Alamsyah.

Sinergi kedua fakultas diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembelajaran yang menghubungkan kompetensi akademik, pengalaman industri, dan kesiapan karier internasional.

Mahasiswa Undip Mendapat Apresiasi dari Industri Jepang

Selain penandatanganan kerja sama, rangkaian kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap mahasiswa Undip yang sedang menjalani program magang di Jepang.

Salah satu hasil yang membanggakan adalah apresiasi positif dari pimpinan perusahaan Jepang terhadap kinerja mahasiswa Sekolah Vokasi Undip.

Dalam pertemuan dengan manajemen Gifu Spring Golf Club dan Gifu Seki Country Club, pihak perusahaan menyampaikan bahwa mahasiswa menunjukkan kualitas kerja yang sangat baik, kreatif, dan memiliki inisiatif tinggi dalam menjalankan tanggung jawab.

Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa pengalaman magang internasional bukan sekadar kesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga menjadi sarana pembuktian kompetensi dan karakter mahasiswa di hadapan industri global.

“Pengakuan langsung dari industri terhadap kualitas mahasiswa merupakan hasil yang sangat penting. Inilah salah satu indikator bahwa pendidikan yang kita selenggarakan benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional,” tambah Budiyono.

Melalui program magang, mahasiswa memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan komunikasi, memahami budaya kerja Jepang, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun kemandirian dan rasa percaya diri.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, baik di Jepang, Indonesia, maupun negara lainnya.

Perluas Peluang Kerja Sama dengan Pemerintah Prefektur Gifu

Dalam rangkaian kegiatan di Jepang, delegasi Sekolah Vokasi Undip juga melaksanakan pertemuan dengan Pemerintah Prefektur Gifu pada 22 Oktober 2026.

Pertemuan dengan Go Yasuhiko, Deputy Executive Director, Department of Commerce, Labor and Industry, membahas peluang perluasan kerja sama, khususnya pengembangan program magang mahasiswa pada berbagai perusahaan di wilayah Prefektur Gifu.

Penjajakan tersebut diharapkan dapat membuka akses kemitraan yang lebih luas dan memperkuat keberlanjutan program magang internasional.

Ke depan, pengembangan jaringan industri di Jepang juga berpotensi memberikan manfaat bagi berbagai program studi di Undip yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan perusahaan mitra.

Dari Kompetensi Bahasa Menuju Karier Internasional

Kerja sama Sekolah Vokasi dan Fakultas Ilmu Budaya Undip mencerminkan upaya perguruan tinggi dalam membangun hubungan yang semakin erat antara pendidikan, kompetensi bahasa asing, dan kebutuhan pasar kerja global.

Kemampuan berbahasa Jepang dan pemahaman budaya menjadi fondasi penting, sementara pengalaman magang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan profesional dan kesiapan kerja dalam situasi nyata.

Melalui sinergi tersebut, Undip berupaya memperkuat Global Employability, yakni kemampuan lulusan untuk memperoleh, mempertahankan, dan mengembangkan karier dalam lingkungan kerja internasional.

Budiyono menegaskan bahwa kerja sama internasional perlu diarahkan pada hasil yang konkret dan berkelanjutan.

“Tujuan kita bukan sekadar mengirim mahasiswa magang ke luar negeri, melainkan menyiapkan lulusan yang kompetensinya diakui, karakternya dipercaya, dan memiliki kesempatan untuk membangun karier di tingkat global,” ungkapnya.

Sinergi Sekolah Vokasi dan Fakultas Ilmu Budaya Undip diharapkan menjadi model kolaborasi lintas fakultas dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa, serta memperkuat kontribusi Undip dalam menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing global.

Langkah ini sekaligus mendukung transformasi Undip sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia. she 

Share This Article
Exit mobile version