Perkuat Jaringan Global, USM Resmi Gandeng National United University Taiwan

Rektor USM Dr Supari ST MT resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama President of National United University (NUU) Taiwan, Prof Max TI Kuang Hou PhD, pada Rabu (16/9/2026). Foto: Dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Semarang (USM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan ke tingkat internasional.

Bertempat di Kampus USM, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang, Rektor USM Dr Supari ST MT resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama President of National United University (NUU) Taiwan, Prof Max TI Kuang Hou PhD, pada Rabu (16/9/2026).

​Penandatanganan dokumen kerja sama strategis ini disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan universitas. Turut hadir Ketua Senat USM Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog, Wakil Rektor I Prof Dr Ir Haslina MSi, Wakil Rektor III Dr April Firman Daru SKom MKom, Kepala International Office Albert SE MM PhD, Direktur Pascasarjana Dr Muhammad Junaidi SHI MH, hingga jajaran dekan dan mahasiswa USM.

​Rektor USM, Dr Supari ST MT, menjelaskan bahwa MoA ini merupakan langkah konkret untuk menindaklanjuti kesepakatan (MoU) yang telah dibangun sebelumnya.

Lewat kerja sama ini, kedua perguruan tinggi sepakat membuka ruang kolaborasi yang luas—mulai dari pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, hingga penyelenggaraan seminar, magang, dan pengabdian masyarakat terpadu.

​”Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas atau bersifat seremonial, tetapi benar-benar terealisasi secara nyata, terukur, dan memberi dampak positif bagi kedua pihak. Ini sejalan dengan visi USM untuk menjadi institusi yang unggul, inovatif, dan responsif terhadap tantangan global tanpa melupakan akar nilai budaya nasional,” tegas Supari.

​Sambut hangat kolaborasi tersebut, President NUU Taiwan Prof Max TI Kuang Hou PhD menyatakan kesiapan lembaganya untuk segera mengeksekusi berbagai program kerja sama, khususnya pada fokus penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi jurnal, dan pertukaran mahasiswa.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi terciptanya iklim akademik yang semakin dinamis dan berdaya saing global bagi kedua belah pihak. St

Share This Article
Exit mobile version