Perkuat Jejaring Global, Sekolah Vokasi Undip Gandeng Chiba University dalam Inovasi IoT Berkelanjutan

SV Undip memperkuat kolaborasi internasional melalui kegiatan WCU Visiting Professor bersama Prof. Hao Liu dari Chiba University, Jepang. Kegiatan turut ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama pengembangan jejaring akademik global dan inovasi teknologi berkelanjutan. Foto: Dok SV Undip

SEMARANG  (Jatengdaily.com)– Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) terus memperkuat jejaring akademik internasional sebagai bagian dari transformasi menuju World-Class Vocational School. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan World Class University (WCU) Visiting Professor bersama Prof. Hao Liu dari Graduate School of Engineering/Center for Aerial Intelligent Vehicles, Chiba University, Jepang, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Otomasi (TRO), Departemen Teknologi Industri, Sekolah Vokasi Undip tersebut mengangkat tema “Bio Inspired Engineering for Sustainable IoT Innovation Through the B3 Strategy.”

Selain knowledge sharing dan diskusi akademik, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama dan penyerahan plakat, sebagai bagian dari penguatan hubungan akademik antara Sekolah Vokasi UNDIP dan mitra dari Jepang.

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang sangat cepat—mulai dari Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT), otomasi hingga robotika—harus berjalan beriringan dengan upaya mewujudkan keberlanjutan.

Menurutnya, tantangan bagi pendidikan tinggi saat ini bukan hanya bagaimana menghasilkan teknologi yang semakin maju, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat bagi manusia dan masa depan yang berkelanjutan. “Technology should not only make our life easier, but also make our future better,” ujar Budiyono.

Prof Budiyono juga menegaskan karakter pendidikan vokasi yang tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan. Mahasiswa vokasi, menurutnya, perlu mampu menerjemahkan pengetahuan dan teknologi menjadi kompetensi untuk menyelesaikan persoalan nyata. “For vocational education, it is not enough to know. We must also be able to do,” katanya.

Prinsip tersebut menjadi penting ketika perkembangan AI, IoT, otomasi, dan berbagai teknologi baru berlangsung semakin cepat. Karena itu, pembelajaran vokasi harus terus terhubung dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, penelitian terapan, dan jejaring akademik global.

Ia menambahkan bahwa perjalanan menuju World-Class Vocational School tidak semata-mata diukur dari pengakuan internasional. “Becoming world-class is not only about international recognition. It is also about international collaboration,” ujarnya.

Melalui kolaborasi internasional, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk bertukar pengetahuan, memperluas perspektif, membangun penelitian bersama, serta berinteraksi dengan akademisi dan institusi dari berbagai negara.

 

Perjalanan Menuju World-Class Vocational School

Sementara itu Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi Sekolah Vokasi Undip, Priyo Sasmoko, S.T., M.Eng., mengatakan bahwa kegiatan Visiting Professor tersebut merupakan bagian dari upaya program studi untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan sekaligus mendukung perjalanan Sekolah Vokasi Undip menuju World-Class Vocational School.

Menurut Priyo, menghadirkan akademisi internasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk memperoleh perspektif baru mengenai perkembangan teknologi sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

Kolaborasi semacam ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kuliah tamu, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan akademik bersama, penelitian, pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi, hingga berbagai bentuk kerja sama internasional lainnya.

Sementara itu, Prof. Hao Liu menyambut baik kolaborasi yang telah terbangun dengan Sekolah Vokasi Undip. Ia menyampaikan kegembiraannya dapat kembali berbagi pengetahuan, pengalaman, dan perkembangan teknologi bersama dosen dan mahasiswa Vokasi Undip.

Menurutnya, pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi dan inovasi, terlebih ketika tantangan yang dihadapi dunia semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi lintas negara serta lintas disiplin. Melalui kegiatan tersebut, Prof. Hao Liu berbagi perspektif mengenai bio-inspired engineering dan pemanfaatannya dalam pengembangan inovasi IoT yang lebih berkelanjutan melalui pendekatan B3 Strategy.

Interaksi langsung dengan akademisi internasional diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan keberanian untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada tingkat global.

Sekolah Vokasi Undip berharap kegiatan ini menjadi bagian dari hubungan yang semakin kuat dengan Chiba University dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas ke depan.

Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui joint research, kolaborasi dosen, kegiatan mahasiswa, pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi, maupun program akademik bersama yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Bagi Sekolah Vokasi Undip, internasionalisasi bukan tujuan akhir. Jejaring global harus menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat penelitian terapan dan inovasi, serta memberikan pengalaman global kepada mahasiswa.

Dengan demikian, perjalanan menuju World-Class Vocational School tidak berhenti pada seberapa luas jejaring internasional yang dimiliki, tetapi pada seberapa jauh jejaring tersebut menghasilkan kompetensi, inovasi, kolaborasi, dan dampak nyata. Vocational Skills to Real-World Impact. she 

Share This Article
Exit mobile version