DEMAK (Jatengdaily.com)– Pemerintah Kabupaten Demak terus memperkuat silaturahmi dan sinergi antara ulama dan umara melalui kegiatan halaqah ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta ini menjadi kesempatan untuk menimba ilmu, memperdalam nilai-nilai keagamaan, sekaligus memohon doa demi keberkahan dan kemajuan Kabupaten Demak.
Rangkaian kegiatan halaqah kali ini meliputi kunjungan ke Pondok Pesantren Bumi Sholawat di Sidoarjo, Pondok Pesantren Syaikhona Cholil di Bangkalan, Madura, serta ziarah ke makam para wali, termasuk Sunan Ampel di Surabaya. Kegiatan ini merupakan agenda rutin Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Demak untuk mempererat hubungan dengan kalangan pesantren sekaligus meningkatkan wawasan keagamaan.
Plt Kepala Bagian Kesra Setda Demak, Ungguh Prakoso SSTP MSi, mengatakan halaqah menjadi ruang bagi peserta untuk belajar langsung dari para ulama, mendapatkan nasihat, serta memperkuat bekal spiritual dalam menjalankan kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Tahun lalu kita melaksanakan kegiatan ke Tasikmalaya, sedangkan tahun ini ke wilayah timur. Harapannya, peserta bisa mendapatkan ilmu, nasihat, dan wejangan yang bermanfaat. Sebab, kita semua masih membutuhkan ilmu dan bimbingan,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Menurut Ungguh, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memohon doa bagi Kabupaten Demak. Termasuk doa untuk Bupati dan seluruh jajaran pemerintah daerah, agar senantiasa diberikan keberkahan dalam menjalankan amanah.
Ziarah ke makam para wali juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk mengenang perjuangan dan keteladanan tokoh-tokoh penyebar agama Islam. “Orang-orang saleh yang telah wafat pun masih bisa memberikan manfaat bagi yang hidup melalui ilmu dan keteladanan yang diwariskan,” tambahnya.
Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE menyampaikan rasa syukur karena jajaran pemerintah daerah masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dalam keadaan sehat. Ia menegaskan, kegiatan halaqah merupakan salah satu upaya membangun sinergi ulama dan umara, sekaligus memperkuat keilmuan dan mencari keberkahan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan ini masih bisa terlaksana. Meski ada keterbatasan anggaran, kegiatan yang bermanfaat seperti ini tetap kami perhatikan karena penting untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan keilmuan,” ungkapnya.
Bupati Eisti’anah juga menitipkan doa kepada para ulama agar Kabupaten Demak senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT, menjadi daerah yang aman dan sejahtera, serta seluruh jajaran birokrasi diberi kemudahan dalam menjalankan tugas. Ia berharap para peserta dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain memperkuat hubungan dengan para ulama, Bupati Eisti’anah turut menyoroti pentingnya pengembangan pendidikan pesantren yang mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, diperlukan komunikasi yang baik antara pengelola pondok pesantren, orang tua, dan santri agar proses pendidikan berjalan sesuai kebutuhan.
“Sekarang zamannya sudah berbeda. Karena itu, perlu komunikasi yang baik antara pihak pesantren, orang tua, dan santri. Mari bersama-sama mengevaluasi dan mencari jalan terbaik agar pendidikan pesantren semakin baik serta memberikan manfaat bagi Kabupaten Demak,” pungkasnya. rie-she


