PLN UPT Semarang Gencar Sosialisasi Bahaya dan Manfaat Listrik kepada Masyarakat Demi Keandalan Pasokan Listrik Selama Bulan Ramadhan

Petugas PLN UPT Semarang memberikan sosialisasi kepada warga terkait rencana pembangunan Koperasi Merah Putih yang berada di bawah jalur jaringan transmisi listrik PLN.. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- PLN UPT Semarang terus berupaya memastikan keandalan sistem kelistrikan pada masa Siaga Ramadan dan Idulfitri 1447 H tahun 2026, dengan gencar melaksanakan sosialisasi bahaya dan manfaat Listrik kepada Masyarakat. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan listrik secara aman, efisien, dan bertanggung jawab merupakan wujud komitmen PLN sebagai perusahaan penyedia energi listrik nasional.

Selama Bulan Ramadhan ini, PLN UPT Semarang melalui ULTG Kudus telah melaksanakan sosialisasi di wilayah Grobogan yaitu di Dinas Pertanian Kabupaten dan di Desa Trisari.

Kabupaten Grobogan dipilih sebagai lokasi strategis mengingat wilayah ini merupakan kawasan padat penduduk yang terus berkembang dengan aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial yang cukup tinggi selain itu masih ditemukan penggunaan material aluminium foil sebagai alat pengusir burung di area persawahan masyarakat, yang berpotensi menimbulkan gangguan pada jaringan transmisi listrik.

Manager PT PLN UPT Semarang, Achmad Ridwan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan penggunaan listrik. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan langsung yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh Masyarakat, TNI dan Polri dan warga setempat serta mengundang seluruh Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di masing-masing desa di Kabupaten Grobogan.

“Kami melakukan sosialisasi di dua tempat yang berada di Kabupaten Grobogan dengan kolaborasi baik dari perangkat desa, Kecamatan, dan dinas terkait dengan harapan para penyuluh pertanian dapat turut membantu menyampaikan informasi kepada para petani dan masyarakat agar tidak menggunakan material yang berpotensi membahayakan keselamatan serta mengganggu keandalan sistem kelistrikan,” ujarnya.

Achmad Ridwan juga menambahkan hal-hal yang perlu dihindari oleh masyarakat yang dapat bermanfaat bagi keselamatan ketenagalistrikan seperti tidak beraktivitas di dekat instalasi kelistrikan, tidak menanam pohon dibawah atau dekat jaringan PLN, tidak mengganggu atau merusak instalasi yang ada.

“Jika warga menemukan pohon dekat dengan jaringan listrik, jangan memangkas atau menebang pohon sendiri, namun segera laporkan ke petugas PLN terdekat, melalui aplikasi PLN mobile atau call center 123 sehingga laporan tersebut segera dapat ditindaklanjuti oleh petugas sesuai prosedur,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, PLN UPT Semarang semakin menegaskan bahwa sosialisasi dan edukasi bukan sekadar bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan budaya sadar akan penggunaan listrik yang aman di Masyarakat sehingga tercipta keandalan pasokan listrik yang manfaatnya akan kembali ke Masyarakat.

General Manager PLN UIT JBT Handy Wihartadi menerangkan bahwa PLN berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang mendorong kehidupan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih cerdas melalui pemanfaatan listrik secara aman.

“Secara berkala tim kami rutin keliling kesetiap wilayah yang berdekatan dengan Aset Transmisi dan kegiatan ini dilaksanakan oleh Biro K3 Keamanan dan Lingkungan beserta bidang terkait lainnya dengan tujuan mengedukasi masyarakat sehingga bisa menciptakan masyakarat yang aman disekitar Instalasi PLN serta memahami pentingnya peran serta masyarakat untuk bersama dalam menjaga aset negara dan keandalan pasokan listrik,” tutup Handy Wihartady. she

Share This Article
Exit mobile version