Puluhan Mahasiswa Asal Myanmar Kuliah di Fakultas Teknik, Untag Semarang Kian Mendunia Lewat Program RPL

Belasan mahasiswa baru dari luar negeri resmi bergabung dan akan menempuh studi di Fakultas Teknik melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang kembali menegaskan langkah internasionalisasinya. Belasan mahasiswa baru dari luar negeri resmi bergabung dan akan menempuh studi di Fakultas Teknik melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Mayoritas mahasiswa tersebut berasal dari Myanmar, membawa semangat baru dalam atmosfer akademik kampus.

Kehadiran para mahasiswa mancanegara itu disambut hangat oleh Ketua International Office UNTAG Semarang, Prof. Dr. Ars. Eko Nursanty, dalam acara perkenalan yang digelar di Aula Fakultas Teknik. Suasana penuh keakraban, dialog lintas budaya, serta optimisme akan kolaborasi global mewarnai kegiatan tersebut.

Prof. Nursanty menegaskan bahwa bergabungnya mahasiswa asing menjadi bukti nyata semakin terbukanya UNTAG Semarang di kancah internasional.

Menurutnya, ini bukan sekadar penerimaan mahasiswa baru, melainkan bagian dari komitmen kampus dalam membangun ekosistem akademik yang inklusif dan berwawasan global.

“Kami menyambut dengan penuh kebanggaan. Ini bukan hanya tentang jumlah mahasiswa internasional, tetapi tentang membangun atmosfer akademik yang saling menghargai keberagaman dan mendorong kolaborasi lintas negara,” ujarnya.

Para mahasiswa tersebut akan mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yakni skema percepatan studi yang memungkinkan pengalaman kerja, pelatihan, maupun pendidikan nonformal yang telah ditempuh sebelumnya diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran akademik. Melalui skema ini, mahasiswa dapat menyelesaikan studi lebih efisien tanpa mengurangi mutu maupun standar akademik.

Program RPL di Untag Semarang dirancang fleksibel dan adaptif, sehingga sangat relevan bagi mahasiswa yang telah memiliki pengalaman profesional. Proses asesmen dilakukan secara komprehensif oleh tim akademik untuk memastikan kompetensi yang dimiliki selaras dengan standar kurikulum. Dengan pendekatan tersebut, kualitas pendidikan tetap terjaga meskipun durasi studi menjadi lebih singkat.

Salah satu mahasiswa asal Myanmar, Khin Thiri Kyaw, yang memilih Program Studi S1 Arsitektur, mengaku tertarik melanjutkan studi di UNTAG Semarang karena sistem pembelajarannya yang fleksibel dan ramah bagi mahasiswa internasional. Ia menilai program RPL memberikan kesempatan untuk mengakui pengalaman belajar sebelumnya sehingga studi dapat ditempuh lebih efektif.

Selain Khin, mahasiswa asing lainnya juga memilih program studi Arsitektur, Teknik Sipil, dan Teknik Kimia. Keberagaman latar belakang akademik serta budaya tersebut diharapkan mampu memperkaya dinamika pembelajaran di lingkungan kampus, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di bidang teknik dan rekayasa.

Masuknya mahasiswa asing melalui program RPL ini semakin menegaskan posisi Untag Semarang sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan global.

Dengan status akreditasi Untag Semarang telah diraih, kampus ini terus memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat reputasinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang kompetitif dan terbuka bagi dunia. St

Share This Article
Exit mobile version