Rektor Undip: KKN Boleh Selesai, Pengabdian Jangan Berhenti

Rektor Undip Prof Suharnomo didampingi Kepala Badan Karantina Indonesia sekaligus Ketua DPP IKA Undip, Abdul Kadir Karding secara simbolis melepas topi KKN, sebagai simbul selesainya tugas KKN mahasiswa. Foto: Siti KH

SEMARANG (Jatengdaily.com)— Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti berproses setelah menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ia mendorong mahasiswa segera menyelesaikan skripsi, aktif berorganisasi, serta mempersiapkan kompetensi yang menjadi bekal menghadapi dunia kerja, termasuk kemampuan berbahasa asing.

Pesan tersebut disampaikan Suharnomo saat menyambut mahasiswa Undip yang telah menyelesaikan KKN dalam Upacara Penerimaan Kembali dan Gelar Karya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip Tim II Tahun Ajaran 2025/2026, Jumat (21/8/2026), di Gedung Serbaguna Muladi Dome.

“Yang harus diperhatikan sesudah KKN adalah segera membuat skripsi, berorganisasi, serta menyiapkan bekal dan modal, termasuk bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan lainnya,” ujar Suharnomo.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja mahasiswa, tetapi juga dari dampak dan kesan yang ditinggalkan di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, ketika mahasiswa harus meninggalkan lokasi KKN dan kepulangannya ditangisi anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak, hal tersebut menjadi tanda bahwa kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan kesan bagi masyarakat.

Rektor bersama mahasiswa KKN. Foto: Siti KH

“Kalau saat pulang ditangisi anak-anak, ibu-ibu sampai bapak-bapak, berarti KKN itu berkesan bagi mereka. Program-program yang kalian buat bermanfaat bagi mereka. Selain itu, KKN boleh selesai, tetapi pengabdian jangan,” katanya.

Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman hidup bermasyarakat, tetapi juga dituntut mampu memberikan kontribusi nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tagline Undip, “Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat.”

Ketua LPPM Undip Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T melaporkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan KKN Undip bagi 9.030 mahasiswa, yang terdiri atas 4.414 peserta KKN Tematik dan 4.616 peserta KKN Reguler.

Para mahasiswa telah menjalankan berbagai program pengabdian kepada masyarakat sejak 7 Juli hingga 19 Agustus 2026. KKN Reguler dilaksanakan di 10 kabupaten/kota, sedangkan KKN Tematik tersebar di 23 kabupaten/kota.

Selain upacara penerimaan kembali, kegiatan juga diisi dengan Gelar Karya KKN. Ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan berbagai program, inovasi, serta hasil pengabdian yang telah mereka jalankan selama berada di lokasi KKN.

Karding Dorong Hasil KKN Jadi Bahan Skripsi

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Karantina Indonesia sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (DPP IKA Undip), Abdul Kadir Karding. Kehadiran alumni Undip tersebut turut menambah semarak kegiatan.

Karding merupakan alumni S1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip angkatan 1997 dan melanjutkan pendidikan S2 Magister Administrasi Publik di Undip pada 2009.

Dalam kesempatan itu, Karding memberikan stimulus masing-masing Rp3 juta kepada sembilan mahasiswa. Mereka  maju ke depan dan menceritakan pengalaman selama KKN, mulai dari persoalan yang ditemukan di masyarakat, solusi yang ditawarkan, hingga berbagai temuan selama berada di lapangan.

Bahkan, sejumlah temuan mahasiswa tersebut mendapat perhatian Karding dan didorong untuk dikembangkan menjadi bahan penelitian maupun skripsi.

Karding menegaskan bahwa KKN merupakan laboratorium bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari di bangku kuliah.

“KKN adalah laboratorium penerapan teori,” tegasnya.

Menurut Karding, pengalaman di lapangan memberikan pelajaran penting bagi mahasiswa, terutama dalam mengambil keputusan dan menghadapi persoalan nyata di tengah masyarakat.

“Di kampus kita belajar teori dan mengorganisir. Tetapi ketika KKN, belum tentu kita bisa langsung memaknai kehidupan dengan baik. Kita harus memposisikan masyarakat sebagai mitra, bukan objek,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman KKN tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus. Berbagai persoalan, inovasi, dan temuan selama berada di masyarakat dapat terus dikembangkan menjadi karya akademik maupun bentuk pengabdian berikutnya.

Simbolis Lepas Topi KKN

Pada kesempatan tersebut, Rektor Undip juga secara simbolis melepas topi KKN yang dikenakan mahasiswa. Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya tugas KKN Tim II Tahun Ajaran 2025/2026.

Meski masa KKN telah berakhir, pengalaman dan pengabdian yang telah dilakukan mahasiswa diharapkan menjadi bekal untuk melanjutkan perjalanan akademik sekaligus membangun kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. she 

Share This Article
Exit mobile version