Rektor UNDIP Resmikan SV Zero Discharge, Living Laboratory for Sustainability di Sekolah Vokasi

6 Min Read
Rektor UNDIP (dua dari kiri) dan Dekan SV UNDIP (tengah) dalam peresmikan SV Zero Discharge, Living Laboratory for Sustainability di Sekolah Vokasi. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui peresmian Program SV Zero Discharge di Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Program ini diresmikan oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., pada Senin (22/6/2026) di Kampus Sekolah Vokasi UNDIP.

SV Zero Discharge merupakan implementasi nyata dari Peraturan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 5 Tahun 2023 tentang Program UNDIP Zero Waste, yang dikembangkan oleh Sekolah Vokasi menjadi sebuah sistem terintegrasi pengelolaan air, energi, dan limbah berbasis prinsip keberlanjutan, dengan mengusung semangat: “Nothing Wasted. Everything Managed.”

SV Zero Discharge dikembangkan sebagai Living Laboratory for Sustainability, yaitu laboratorium hidup yang memungkinkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat belajar secara langsung mengenai pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab melalui sistem yang nyata dan beroperasi setiap hari.

Dalam implementasinya, SV Zero Discharge menerapkan prinsip bahwa setiap sumber daya harus dimanfaatkan secara optimal dan tidak berakhir menjadi limbah.

Air hujan yang ditangkap melalui sistem rainwater harvesting menjadi salah satu sumber utama kebutuhan air kampus, khususnya selama musim hujan. Air tersebut dimurnikan melalui sistem filtrasi, reverse osmosis (RO), dan ion exchange (IX) untuk menghasilkan berbagai produk seperti VOCA LAB (Laboratory Grade Water), VOCA BATTERY (Battery Refill Water), dan VOCA COOLANT (Radiator Coolant Water).

Kelebihan air hujan yang tidak dimanfaatkan dikembalikan ke dalam tanah melalui sistem Rainwater Recharge Well sebagai bagian dari upaya konservasi air tanah dan peningkatan cadangan air bawah permukaan.

Limbah cair domestik dari fasilitas kampus tidak dibuang begitu saja, tetapi diolah kembali dan dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman serta flushing toilet, sehingga mengurangi penggunaan air bersih untuk kebutuhan non-konsumsi.

Sementara itu, limbah cair kantin dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi biogas yang digunakan kembali untuk kegiatan memasak di kantin. Proses tersebut juga menghasilkan pupuk cair yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau kampus.

Pengelolaan limbah padat dilakukan melalui pemilahan sampah, pengurangan timbulan sampah, pengomposan sampah organik, serta pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna. Melalui pendekatan tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai akhir dari suatu proses, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.

Seluruh sistem dipantau secara real-time melalui SV Smart Sustainability Dashboard yang menampilkan berbagai parameter keberlanjutan, termasuk kualitas udara, kondisi cuaca mikro, produksi dan penggunaan air, pemanfaatan kembali air limbah, serta energi listrik yang dihasilkan oleh sistem panel surya.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa SV Zero Discharge merupakan contoh bagaimana kebijakan keberlanjutan universitas dapat diwujudkan menjadi sistem yang nyata, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi proses pendidikan.

“Keberlanjutan bukan hanya konsep yang diajarkan di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata yang dapat dipelajari, diterapkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang. SV Zero Discharge menunjukkan bahwa pendidikan vokasi mampu menjadi penggerak inovasi dan solusi bagi pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., menjelaskan bahwa SV Zero Discharge bukan sekadar program pengelolaan lingkungan, melainkan bagian dari roadmap transformasi Sekolah Vokasi menuju World-Class Vocational School melalui pengembangan Ecosystem of Excellence 2030, khususnya pada pilar Sustainability and Social Impact Ecosystem.

“Melalui SV Zero Discharge, mahasiswa tidak hanya mempelajari sustainability di ruang kelas, tetapi dapat melihat, mengukur, menganalisis, dan mengembangkan inovasi secara langsung dari sistem yang beroperasi di lingkungan kampus. Inilah esensi pendidikan vokasi: belajar dari dunia nyata untuk menghasilkan solusi nyata,” ujar Budiyono.
Salah satu momen penting dalam acara peresmian adalah Deklarasi Bersama SV Zero Discharge yang dipimpin oleh Ketua Senat Mahasiswa dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Vokasi. Deklarasi tersebut diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, dan mahasiswa sebagai bentuk komitmen bersama untuk membangun budaya keberlanjutan di lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.

Melalui deklarasi tersebut, seluruh sivitas akademika menyatakan komitmen untuk mengelola sumber daya secara bertanggung jawab, mengurangi pemborosan, mendukung inovasi berkelanjutan, serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Program SV Zero Discharge menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu menghadirkan solusi terapan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan lingkungan.

Melalui program ini, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro berharap dapat menjadi model pengembangan kampus berkelanjutan yang mendukung pencapaian SDGs sekaligus memperkuat kontribusi pendidikan vokasi dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan lebih berkelanjutan.

SV Zero Discharge adalah program keberlanjutan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro yang mengintegrasikan pengelolaan air, energi, dan limbah melalui prinsip sirkular dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab. Program ini dikembangkan sebagai bagian dari Sustainability and Social Impact Ecosystem dalam roadmap Ecosystem of Excellence 2030 menuju World-Class Vocational School. she

Share This Article
Exit mobile version