Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat USM

3 Min Read
Ribuan peserta terdiri atas dosen, karyawan, dan mahasiswa mengikuti Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis Ke-39 USM pada 21 Juni 2026. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Ribuan peserta terdiri atas dosen, karyawan, dan mahasiswa mengikuti Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis Ke-39 USM pada 21 Juni 2026.

Jalan sehat dimulai dengan ditandai pelepasan balon oleh Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof. Sudharto P, Hadi M.ES, Ph.D.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM, Ketua Senat USM Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog, Wakil Rektor I USM Prof Dr Ir Haslina MSi, Wakil Rektor II USM Dr Abdul Karim SE MSi Akt CA.

Selain jalan sehat, kegiatan dalam rangka Dies Natalis Ke-39 Universitas Semarang itu, juga diisi dengan senam sehat dan puluhan stan yang menampilkan karya mahasiswa USM.

Menurut Prof Haslina, tujuan kegiatan untuk mempererat tali persaudaraan antardosen dan karyawan USM.

Dia berharap, melalui kegiatan ini semangat kerja para dosen, karyawan semakin tinggi, sehingga membuat USM makin berkembang pesat.

”Pencapaian Akreditasi Unggul yang diraih USM berkat kerja keras seluruh civitas akademika USM,” katanya.

Dia mengatakan, pencapaian USM meraih Akreditasi Unggul merupakan hasil perjalanan panjang yang dimulai sejak USM berdiri pada tahun 1987.

Saat itu, USM masih berbentuk Politeknik Semarang, sebelum akhirnya berubah menjadi universitas pada tahun 1993.

”Untuk mencapai Akreditasi Unggul, USM menempuh perjalanan yang sangat panjang. Ini tidak lepas dari kerja keras para pemimpin USM sebelumnya, mulai dari rektor pertama hingga rektor sekarang, serta seluruh civitas akademika yang telah meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi perkembangan USM,” katanya.

Dia mengatakan, peningkatan kualitas secara berkelanjutan menjadi kunci dalam meraih Akreditasi Unggul.

Mulai dari peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa, pembangunan sarana dan prasarana, hingga perluasan kerja sama dengan berbagai institusi.

”Kami terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), menambah jumlah dosen bergelar doktor dan profesor, serta memastikan fasilitas pendukung pembelajaran semakin baik. Selain itu, kemitraan dengan industri dan institusi pendidikan lain juga diperkuat untuk membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen,” tambahnya.

Dia menegaskan, status Akreditasi Unggul memiliki dampak besar bagi berbagai pihak, termasuk mahasiswa, dosen, dan universitas secara keseluruhan.

”Bagi mahasiswa, Akreditasi Unggul meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja dan memudahkan mereka melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.

Sementara itu, bagi dosen, akreditasi ini membuka peluang lebih luas untuk memperoleh hibah penelitian, menjalin kerja sama akademik, serta kesempatan kolaborasi internasional.

”Bagi USM secara keseluruhan, Akreditasi Unggul meningkatkan kredibilitas di mata masyarakat dan industri, yang berujung pada meningkatnya minat calon mahasiswa untuk bergabung,” tambahnya.

Menurutnya, pencapaian ini bukan hasil kerja individu, tetapi merupakan karya bersama seluruh civitas akademika USM.

”Akreditasi Unggul ini hasil kerja semua pihak. Mulai dari pendiri USM, para rektor sebelumnya, dosen, tenaga kependidikan, alumni, hingga mahasiswa. Bahkan masyarakat dan mitra kerja sama USM juga memiliki peran dalam pencapaian ini,” ungkapnya. St

Share This Article
Exit mobile version