Sampah Menggunung, Komisi X DPR RI Bersama BRIN Dorong Warga Demak Mengubahnya Jadi Bernilai Ekonomi

Peserta pelatihan pengelolaan sampah organik berfoto bersama anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi NasDem Lestari Moerdijat dan anggota DPRD Demak Fraksi Partai NasDem serta pembicara dari BRIN. Foto : sari jati 
DEMAK (Jatengdaily.com)- Upaya mengatasi persoalan sampah terus digencarkan melalui pendekatan berbasis masyarakat. Kali ini, kegiatan peningkatan kapasitas pengguna riset dan inovasi yang diinisiasi BRIN mengangkat tema pengolahan sampah organik rumah tangga dan pengelolaan bank sampah. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong warga lebih mandiri dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.
Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai NasDem, Lestari Moerdijat, menegaskan pentingnya topik ini diangkat karena persoalan sampah kini bukan lagi sekadar isu wacana. “Mengapa topik pengolahan sampah organik? Karena sebagaimana diketahui, isu sampah bukan lagi sekadar bacaan berita, tapi kita di Demak bahkan menghadapi secara langsung,” ujarnya, Jumat (01/05/2026).
Ia menjelaskan, pesatnya pembangunan di Demak turut berimbas pada meningkatnya volume sampah. Saat ini, TPA Berahan Kulon di Wedung menerima sekitar 100 ton sampah per hari. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah konkret dari masyarakat untuk ikut berperan dalam pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Menurut Lestari, rumah tangga memiliki peran besar dalam menyelesaikan persoalan ini. “Kalau rumah tangga mampu mengurai sesuai strategi pengolahan sampah, maka bisa mengurangi secara signifikan. Sebetulnya sampah jika dikelola dengan baik memiliki nilai manfaat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa secara nasional, jumlah sampah mencapai 25,13 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 41 persen merupakan sisa makanan, disusul sampah plastik. “Kalau dibedah lagi, 60,44 persen berasal dari sampah rumah tangga. Artinya, kalau ini bisa dikelola, sebagian besar pekerjaan rumah kita sudah selesai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lestari menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. “Mengapa perlu ambil peran secara aktif? Karena tidak bisa dibebankan semua pada negara. Kita harus ikut serta menyelesaikan masalah di lingkungan kita sendiri,” ungkapnya.
Edukasi sejak dini juga menjadi kunci penting, terutama dalam membangun kesadaran anak-anak tentang jenis sampah dan dampaknya. “Anak harus paham mana sampah yang berbahaya dan mana yang bisa terurai. Apalagi kita tinggal di wilayah pesisir, musuh utama kita sekarang adalah plastik,” katanya. Ia menambahkan bahwa peran ibu rumah tangga sangat strategis dalam membentuk kebiasaan ini.
Di akhir kegiatan, Lestari berharap pelatihan ini tidak berhenti pada teori semata, tetapi berlanjut pada aksi nyata di masyarakat. “Kalau kita tidak mampu kelola sampah dari lingkup paling kecil, artinya kita turut andil menimbulkan bencana. Tapi jika konsisten memilah dan mengelola, sampah bisa naik kelas dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Ada saat sama Mbak Rerie juga menyebutkan bahwa di beberapa daerah, pengelolaan sampah sudah terhubung dengan UMKM dan industri kreatif. Kegiatan yang diikuti puluhan ibu-ibu rumah tangga itu turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Demak dari Fraksi Partai NasDem, yakni Endang Susilowati, Syafi’i, dan Sulkan, serta Ketua DPD Partai NasDem Demak Mugiyono. rie-she
Share This Article
Exit mobile version