DEMAK (Jatengdaily.com)— Perayaan Hari Jadi ke-523 Kabupaten Demak tak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghadirkan nuansa reflektif yang hangat dan penuh makna. Di tengah suasana Ramadan, pemerintah daerah bersama masyarakat memilih mengisinya dengan selamatan dan doa bersama, menandai perjalanan panjang kota yang lekat dengan sejarah Islam di tanah Jawa.
Di Pendopo Satya Bhakti Praja, kebersamaan tampak begitu terasa. Para ulama, tokoh masyarakat, hingga jajaran Forkopimda duduk berdampingan, menyatu dalam doa. Momen ini seolah mengingatkan bahwa Demak bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang sejarah yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, menegaskan bahwa usia ratusan tahun ini bukan angka biasa. “Jika melihat usianya yang telah mencapai 523 tahun, tentu kita tidak lepas dari sejarah panjang sejak masa penjajahan hingga berdirinya kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa oleh Raden Sultan Fatah,” ujarnya, Jumat (27/03/2026).
Menurutnya, sosok Raden Sultan Fatah bukan hanya pendiri kerajaan, tetapi juga simbol kepemimpinan yang menyatukan nilai agama dan pemerintahan. “Beliau memiliki visi, misi, serta perjuangan besar sebagai ulama sekaligus umara,” imbuhnya.
Namun, peringatan ini tak berhenti pada romantisme masa lalu. Pemerintah Kabupaten Demak justru menjadikannya sebagai titik tolak untuk menatap masa depan dengan lebih terarah. Berbagai tantangan, mulai dari bencana alam hingga persoalan ekonomi, diakui masih membayangi.
“Marilah kita jadikan peringatan hari jadi ini sebagai momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang serta prestasi yang telah dicapai, sekaligus menatap langkah ke depan dengan penuh keyakinan dan semangat bersama,” tutur Eisti’anah.
Tema yang diusung tahun ini, “Tumbuh dari Kekuatan Lokal, Menguatkan Sektor Unggulan untuk Ekonomi yang Berkelanjutan,” menjadi penegas arah pembangunan Demak ke depan. Potensi lokal, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga UMKM, dipandang sebagai kekuatan utama yang harus terus dikembangkan.
Tak hanya itu, Bupati juga mengingatkan bahwa pembangunan bukan semata tanggung jawab pemerintah. Sinergi dengan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan. “Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang bulat, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk kita hadapi bersama,” tegasnya.
Digelar tanpa kemeriahan berlebih, peringatan Hari Jadi ke-523 Demak justru terasa lebih membumi. Fokus diarahkan pada kegiatan yang memberi dampak nyata, terutama bagi masyarakat pesisir. Di bulan suci ini, semangat berbagi dan kepedulian sosial diharapkan semakin tumbuh, mengantarkan Demak menuju masa depan yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. rie-she


