SEMARANG (Jatengdaily.com) — Kawasan wisata populer Dusun Semilir di Kabupaten Semarang mendadak berubah menjadi arena uji nyali yang dipenuhi tawa tegang dan jeritan gemas, Sabtu malam (31/10/2026).
Mengusung momentum perayaan akhir Oktober, destinasi ikonik ini sukses menghadirkan event spesial bertajuk “Dusun Jurit Malam” yang diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Berbeda dari hari biasa, kawasan Alun Eropa di Dusun Semilir disulap dengan dekorasi khas Halloween yang kental. Lampu-lampu temaram, sentuhan artistik bernuansa misteri, serta alunan musik menghentak menciptakan atmosfer malam yang hidup dan memikat ratusan pengunjung dari berbagai daerah seperti Semarang, Salatiga, hingga Solo.
Marketing Manager Dusun Semilir, Anisa Ayu, menjelaskan bahwa event ini sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman liburan yang lebih segar dan berbeda bagi para wisatawan.
”Karena kita sudah masuk di akhir Oktober yang identik dengan event Halloween, Dusun Semilir turut meramaikan dengan memberikan dekorasi khusus serta menghadirkan area tersendiri untuk ‘Dusun Jurit Malam’. Konsepnya orang jalan-jalan, eksplor, lalu ditakut-takuti sama hantu,” ujar Anisa di lokasi acara.
Untuk memanjakan pengunjung, pihak manajemen memperpanjang jam operasional hingga pukul 21.00 WIB. Berbagai rangkaian hiburan menarik turut disajikan, mulai dari street scare yang mengejutkan pengunjung di sudut-sudut area, kompetisi kostum, penampilan penutup dari DJ, hingga ikon wisata andalan seperti perosotan raksasa yang tetap beroperasi hingga pukul 20.00 WIB dengan balutan vibes Halloween.
Aksi Pengantin Jawa Berdarah Sukses Curi Perhatian
Puncak kemeriahan malam tadi juga diisi dengan kompetisi kostum (costume competition) yang bekerja sama dengan komunitas kreatif lokal di Salatiga. Meski baru pertama kali digelar, antusiasme peserta dan penonton tampak luar biasa.
Salah satu peserta yang paling mencuri perhatian publik adalah Merodina Suryaningtyas (18), seorang model freelance asal Salatiga yang akrab disapa Dina. Tampil memukau sekaligus menyeramkan, ia menjelma menjadi sosok “Pengantin Jawa” ala film horor lokal lengkap dengan riasan luka lebam dramatis.

”Persiapannya memakan waktu sekitar tiga hari, sementara untuk aplikasi riasan muka dan efek luka lebam kurang lebih butuh waktu satu jam berkat bantuan teman saya yang seorang MUA,” ungkap Dina di sela-sela acara.
Dengan senyum misterius dan tawa khas kuntilanak yang sesekali dilepaskannya untuk mengejutkan pengunjung, penampilan Dina sukses mengundang decak kagum sekaligus bulu kuduk merinding bagi siapa saja yang berpapasan dengannya di area Alun Eropa.
Prospek Wisata Horor Kreatif ke Depan
Sebagai penyelenggaraan perdana, manajemen Dusun Semilir menilai antusiasme masyarakat pada tahun ini menjadi pijakan positif yang sangat baik. Anisa Ayu berharap event tematik seperti ini dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan yang jauh lebih besar dan meriah di masa mendatang.
”Karena ini baru pertama kali kita adakan, harapannya ke depan kita bisa membuat Jurit Malam yang lebih festive. Kita juga sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan brand-brand besar atau penyelenggara rumah hantu profesional,” pungkasnya.
Perpaduan antara wisata keluarga, wahana ikonik, dan sentuhan hiburan malam bertema Halloween di Dusun Semilir terbukti mampu menjadi daya tarik wisata malam yang segar, kreatif, dan berkesan bagi masyarakat Jawa Tengah di penghujung pekan ini. Sunarto