Setahun Agustina–Iswar Pimpin Semarang, IPM Tertinggi Jateng dan PAD Tembus 92,31 Persen

Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menjadi fondasi percepatan pembangunan di Semarang. Foto:dok

SEMARANG – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menjadi fondasi percepatan pembangunan di Semarang. Berbagai program dijalankan untuk menjawab kebutuhan publik, mulai dari penguatan infrastruktur, layanan dasar, pemulihan ekonomi, hingga inovasi kebijakan daerah.

Di tengah tantangan keterbatasan anggaran dan dinamika kebijakan nasional, capaian indikator makro menunjukkan hasil positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah dan pada 2025 mencapai 85,80 atau kategori sangat tinggi. Tingkat kepuasan masyarakat juga tercatat 83,6 persen berdasarkan survei Litbang Kompas.

Realisasi pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 tercapai 92,31 persen. Ketangguhan fiskal kota terlihat di tengah penerapan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja pemerintah. Data Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan pajak hiburan terealisasi 106,38 persen dan pajak restoran 104,31 persen, melampaui target. Sebaliknya, pajak hotel berada di angka 79,10 persen. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tercatat Rp186,9 miliar.

“Angka-angka ini adalah cerminan nyata dari daya lenting ekonomi warga. Ketika belanja korporasi dan dinas menyusut, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan, kuliner, dan kreatif,” ujar Agustina.

Kinerja tersebut ditopang lima tagline pembangunan: Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.

Semarang Bersih diwujudkan melalui penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Pemerintah Kota memiliki 454 kontainer dan 237 TPS, serta mengelola 221.299 ton sampah sepanjang 2025 dengan dampak ekonomi sirkular mencapai Rp570,2 juta. Sebanyak 1.074 bank sampah terbentuk dengan melibatkan 35.411 sumber daya.

Penghijauan dilakukan di lahan seluas 16,58 hektare melalui penanaman 46.510 bibit dan pembangunan tiga ruang terbuka hijau, yakni Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot, dan Taman Dinar Mas Meteseh. Di bidang tata kelola, komitmen birokrasi bersih diperkuat melalui penghargaan manajemen talenta dari BKN RI pada Januari 2026.

Semarang Sehat mencatat Angka Harapan Hidup 78,72 tahun. Kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) meningkat dari 98.261 peserta pada 2024 menjadi 228.859 peserta pada 2025. Empat puskesmas dibangun atau direhabilitasi, yakni Puskesmas Tlogosari Kulon, Krobokan, Pegandan, dan Genuk, serta tiga puskesmas pembantu di Ratu Ratih, Beringin, dan Jabungan.

Penanganan stunting menurunkan kasus dari 5.480 menjadi 3.560 kasus pada 2025, sehingga 2.406 balita keluar dari kondisi kekurangan gizi. Skrining tuberkulosis (TB) terhadap 1.898.840 orang menemukan 6.144 kasus, lebih rendah dibanding 7.304 kasus pada 2024.

Semarang Cerdas ditandai peningkatan Rata-rata Lama Sekolah menjadi 11,11 tahun. Pemkot menyalurkan beasiswa kepada 2.649 siswa SD/MI, 1.129 siswa SMP/MTs, 468 siswa SMA/SMK/MA, serta 12 mahasiswa kurang mampu berprestasi. Sebanyak 374 ijazah tertahan dari 36 sekolah berhasil diserahkan.

Infrastruktur pendidikan diperkuat melalui pembangunan 43 ruang kelas baru di delapan SD negeri, perbaikan 336 ruang kelas di 115 SD, pembangunan 24 ruang kelas baru di enam SMP negeri, serta perbaikan sembilan ruang kelas di tiga SMP negeri. Program sekolah swasta gratis menjangkau 129 sekolah dengan anggaran Rp25,79 miliar pada 2025 dan akan diperluas menjadi 135 sekolah pada 2026. Angka putus sekolah tingkat SD/MI tercatat 0 persen dan SMP/MTs 0,01 persen.

Indeks literasi mencapai 82,16 persen dan numerasi 77,74 persen. Program bunda literasi dan pelatihan penulisan cerpen melibatkan lebih dari 1.800 peserta.

Semarang Makmur bertumpu pada penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM. Ajang lari “Semarang 10K” diikuti 3.000 peserta, separuhnya dari luar kota, mendorong perputaran ekonomi kreatif. Sebanyak 7.217 pekerja rentan didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan melalui program Pijar Semar.

Penerima bisyarah keagamaan meningkat dari 4.261 menjadi 5.260 orang. Insentif diberikan kepada guru TPQ, Madrasah Diniyah, Sekolah Minggu, pinandita, pendidik PAUD, modin, hingga marbot. Pemerintah juga membebaskan PBB bagi 98.847 wajib pajak dan BPHTB bagi 97.847 wajib pajak.

Semarang Tangguh menjadi simpul integrasi seluruh program. Penanganan banjir rob mengentaskan genangan seluas 230,98 hektare. Persentase wilayah terdampak turun dari 3,29 persen pada 2024 menjadi 2,71 persen pada 2025. Pemeliharaan jalan dilakukan sepanjang 25,8 kilometer, termasuk 56 saluran kota dan sungai, median jalan, Jembatan Srondol–Sekaran, serta jalur pedestrian.

Satu tahun pertama kepemimpinan Agustina–Iswar mencatat sejumlah indikator positif di tengah tekanan fiskal nasional. Pemerintah Kota menegaskan capaian tersebut menjadi pijakan untuk percepatan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya. St

Share This Article
Exit mobile version