Stop Gadget, Anak-anak Demak Seru-seruan di Festival Olahraga Masyarakat 2026

Ketua KORMI Demak Tatiek Sulistijani bersama Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah dan Forkopimda memukul kentongan, menandai dimulainya Forkab 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan 13 inorga dan diikuti ratusan pelajar. Foto: Sari Jati

DEMAK (Jatengdaily.com)– Lupakan sejenak game di ponsel dan keseruan berselancar di dunia maya. Ratusan pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Demak diajak kembali aktif bergerak melalui permainan tradisional dalam Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten (Forkab) Demak 2026.

Festival yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Demak tersebut menghadirkan suasana berbeda. Mulai dari egrang, tarik tambang, bakiak, gebuk bantal hingga berbagai olahraga masyarakat lainnya menjadi sarana anak-anak untuk bergerak, bermain sekaligus mengenal kembali permainan yang dulu akrab dalam kehidupan masyarakat.

Ketua KORMI Kabupaten Demak Tatiek Sulistijani mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya membudayakan kembali permainan warisan leluhur kepada generasi muda. Sebanyak 13 induk olahraga (inorga) ambil bagian dengan total sekitar 240 peserta dari perwakilan sekolah.

“Tujuan kami untuk membudayakan apa yang sudah menjadi warisan leluhur kita. Anak-anak sekolah bisa mengenal salah satu warisan budaya luhur, sekaligus memasyarakatkan olahraga bagi masyarakat Kabupaten Demak,” kata Tatiek, Rabu (23/9/2026).

Tak hanya olahraga tradisional, festival juga menghadirkan olahraga masyarakat yang mungkin masih asing bagi sebagian pelajar, seperti bola sundul, tonnis, panahan, senam, dan sepeda lambat. Berbagai perlengkapan juga telah disiapkan panitia sehingga peserta tidak perlu membawa peralatan sendiri.

“Ini bukan turnamen atau kejuaraan. Sasaran kita adalah kebugaran dan kegembiraan. Kalah pun kita tertawa, apalagi kalau menang,” ujar Tatiek.

Ia berharap semangat bermain bersama tersebut dapat membuat anak-anak lebih aktif, mengurangi ketergantungan pada gadget, sekaligus menjaga persaudaraan melalui olahraga.

“Stop gadget! Ayo mainkan olahraga tradisional yang menyenangkan,” kata Tatiek yang juga anggota DPRD Kabupaten Demak tersebut.

Senada, Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. mengatakan, kegiatan tersebut penting di tengah semakin kuatnya ketergantungan anak terhadap teknologi dan gadget. Menurutnya, olahraga masyarakat dapat menjadi cara menyenangkan untuk mengajak generasi muda kembali aktif bergerak.

“KORMI terus memfasilitasi dan merangkul kegiatan olahraga yang ada di kehidupan sehari-hari kita. Ini penting karena sekarang anak-anak menghadapi gempuran teknologi atau gadget yang tentunya bisa membuat mereka malas bergerak dan berolahraga,” kata Eisti’anah.

Namun, Eisti’anah mengingatkan bahwa festival tersebut bukan semata-mata soal menang atau kalah. Peserta yang menunjukkan prestasi nantinya berpeluang mewakili Kabupaten Demak dalam ajang tingkat provinsi maupun nasional.

“Ini festival, tidak ada menang kalah. Sebab menang atau kalah adalah hal yang biasa. Walau demikian, yang menang nanti bisa mewakili KORMI Demak di tingkat provinsi maupun nasional dan mengharumkan Kabupaten Demak,” pungkasnya. Rie-she

Share This Article
Exit mobile version