SEMARANG (Jatengdaily.com) – UKM Teater Pitoelas Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang kembali menghidupkan sejarah perjuangan rakyat melalui pementasan teatrikal Pertempuran Lima Hari di Semarang di kawasan Tugu Muda.
Pertunjukan yang menjadi bagian dari program tahunan Pemerintah Kota Semarang ini mengajak masyarakat mengenang keberanian dan pengorbanan para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Melalui perpaduan akting, dialog, dan adegan pertempuran, para pemain menggambarkan suasana Semarang pada masa awal kemerdekaan, termasuk ketegangan antara rakyat dan tentara Jepang serta gugurnya dr. Kariadi yang menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan tersebut.
Pementasan ini melibatkan mahasiswa Untag Semarang yang berkolaborasi dengan siswa dari sejumlah sekolah dan masyarakat umum. Kolaborasi lintas generasi tersebut menjadikan pertunjukan tidak hanya sebagai ekspresi seni, tetapi juga sarana edukasi sejarah dan penanaman nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda.
Ribuan warga menyaksikan pementasan yang berlangsung di kawasan bersejarah tersebut. Hadir pula Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti dan Rektor Untag Semarang Prof. Dr. Suparjo, M.P., yang memberikan perhatian terhadap keterlibatan mahasiswa dalam pelestarian sejarah melalui seni pertunjukan.
Keterlibatan Untag Semarang dalam pementasan teatrikal Pertempuran Lima Hari di Semarang telah berlangsung sejak dekade 2000-an. Kepercayaan Pemerintah Kota Semarang tersebut sejalan dengan komitmen kampus sebagai perguruan tinggi nasionalis dan Pancasilais yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan, persatuan, dan penghargaan terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Bagi Teater Pitoelas, pementasan di Tugu Muda bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan upaya meneruskan ingatan kolektif tentang perjuangan para pendahulu.
Melalui panggung teatrikal, sejarah dihadirkan kembali agar generasi muda memahami bahwa kemerdekaan diraih melalui keberanian, persatuan, dan pengorbanan.
Pementasan tersebut sekaligus menegaskan peran seni sebagai media pembelajaran sejarah yang mampu mendekatkan peristiwa masa lalu dengan kehidupan masyarakat masa kini. St


