Teliti Kemandirian Ormas, Dosen FTIK USM Natalia Sari Raih Doktor di Undip

2 Min Read
Natalia Sari Pujiastuti, dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (FTIK USM), berhasil meraih gelar doktor di Program Studi Doktor Ilmu Sosial (DIS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip). Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Natalia Sari Pujiastuti, dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (FTIK USM), berhasil meraih gelar doktor di Program Studi Doktor Ilmu Sosial (DIS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip).

Naneth — panggilan akrabnya, menempuh studi selama tiga tahun dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, nilai 3,98.

Disertasi berjudul ’’Kesiapan Transformasi Hibrida Organisasi Masyarakat Sipil (OMS),’’ dia pertahankan di depan tim penguji, Rabu (24/6) di kampus Undip Tembalang.

Masalah itu dikaji dengan variabel kepemimpinan transformasional, budaya pembelajar, komunikasi internal organisasi dan niat wirausaha sosial kolektif.

Tim penguji terdiri atas Dr Drs Teguh Yuwono, MPol Admin (dekan), Prof Bulan Prabawani, SSos, MM, PhD (promotor), Prof Dr Ari Pradanawati, MS (co-promotor I), Dr Sari Listyorini, SSos, MAB (co-promotor II), Prof Dr Naili Farida, MSi, dan Prof Olivia Fachrunnisa, SE, MSi, PhD.

Hadir pada acara tersebut, Ketua Yayasan Alumni Undip (YAU) Prof Kesi Widjajanti, Dekan FTIK USM, Dr Atmoko Nugroho, ST, M.Eng, Ketua SHINE USM Dr Ferry Firmawan, ST, MT, Direktur USM LCC Adi Ekopriyono. Selain itu, Ketua Forum Komunikasi Semarang Bersatu (FKSB) Dr Jumai beserta para tokoh Ormas.

Naneth mengungkapkan, transformasi OMS menjadi organisasi hibrida merupakan proses sosiokognitif kompleks yang bersifat non-linear. Keberhasilannya ditentukan oleh mekanisme mediasi sosiopsikologis dan komunikasi di dalam internal organisasi.

Komunikasi internal menempati posisi paling determinan sebagai ’’Arena Dialektika’’. Melalui fungsi komunikasi yang efektif, organisasi mampu menyelaraskan dualitas logika institusional, antara idealisme sosial dan pragmatisme pasar, sehingga tercipta harmoni dalam identitas baru organisasi.

”Keberhasilan transformasi OMS sangat bergantung pada kemampuan organisasi dalam mengelola transisi sosiokognitif secara berjenjang. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah menuju kemandirian ekonomi memiliki legitimasi moral yang kuat di mata anggotanya, sehingga hibriditas yang dihasilkan bersifat berkelanjutan dan tetap berorientasi pada kemaslahatan publik,” katanya. St

Share This Article
Exit mobile version