Telkom Tebar Dividen Jumbo Rp21,9 Triliun, Jajaran Direksi Dian Siswarini Kokoh Kawal Transformasi

5 Min Read
(Kiri ke Kanan) Direktur Legal & Compliance Andy Kelana, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Seno Soemadji, Direktur Network Nanang Hendarno, Direktur Enterprise & Business Service Veranita Yosephine, Direktur Utama Dian Siswarini, Direktur Human Capital Management Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Arthur Angelo Syailendra, Direktur IT Digital Faizal R. Djoemadi, Direktur Wholesale & Internasional Service Budi Satria Dharma Purba usai agenda RUPS Tahunan tahun buku 2025 yang dilaksanakan secara daring di Jakarta, Senin (8/6). Foto:dok

JAKARTA (Jatengdaily.com) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali memanjakan para pemegang sahamnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar secara daring pada Senin (8/6), raksasa telekomunikasi ini resmi mengetok palu untuk membagikan dividen jumbo senilai Rp21,9 triliun.

​Di balik guyuran dividen tersebut, Telkom juga memilih untuk menjaga stabilitas roda kepemimpinan dengan mempertahankan formasi jajaran direksi. Langkah strategis ini diambil demi menjaga momentum transformasi korporasi di tengah fundamental bisnis perusahaan yang kian solid.

​Komitmen Manjakan Pemegang Saham

​Alokasi dividen tunai Rp21,9 triliun ini bersumber dari dua kantong, yakni sebesar Rp17,8 triliun dari laba bersih tahun buku 2025, dan sisanya sekitar Rp4,2 triliun diambil dari laba ditahan tahun sebelumnya.

Para investor yang namanya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026 dijadwalkan akan menerima berkah ini paling lambat 10 Juli 2026.

​Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa dalam menentukan porsi dividen ini, manajemen telah menimbang banyak aspek secara matang. Fokus utamanya adalah menjaga keseimbangan antara hak pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan.

​Dian menegaskan, kekuatan fundamental dan arus kas Telkom tetap teruji tangguh, meskipun industri telekomunikasi sepanjang tahun lalu dihantam berbagai tekanan dan ketidakpastian global.

​”Keputusan dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian optimistis.

​Tak cukup dengan dividen, RUPST juga memberi lampu hijau untuk aksi korporasi lainnya, yaitu program pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp4 triliun.

Aksi buyback ini akan dieksekusi secara bertahap maupun sekaligus dalam kurun waktu 12 bulan (9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027), sebagai strategi jitu untuk mendongkrak nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di pasar.

​Arus Kas Tetap Kokoh di Tengah ‘Reset’

​Sepanjang tahun 2025, Telkom berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun dengan EBITDA mencapai Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun.

Menariknya, meski laba bersih sempat mengalami tekanan akibat percepatan depresiasi dalam rangka total governance reset, hal tersebut sama sekali tidak menggoyang kesehatan keuangan Telkom. Pasalnya, dampak depresiasi tersebut bersifat non-cash, sehingga arus kas operasional perusahaan tetap berdiri tegak dan solid.

​Bergerak lincah, Telkom juga agresif merampingkan portofolio bisnisnya. Perusahaan telah melepas enam entitas non-core, termasuk merampungkan divestasi AdMedika Group pada 2 Juni lalu.

​Ke depan, Telkom tengah bersiap menuntaskan proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026. Momentum ini juga beriringan dengan dibukanya kembali peluang kemitraan strategis untuk bisnis data center.

​Saat ini, Telkom sedang bertransisi menuju model HoldCo–OpCo dengan sistem pelaporan berbasis segmen. Strategi ini diterapkan demi mendongkrak transparansi serta akuntabilitas kinerja di setiap lini bisnis.

​”Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” tambah Dian.

​Penyegaran Komisaris, Formasi Direksi Utuh

​Demi memperkuat fungsi pengawasan terhadap agenda transformasi digital yang dinamis, RUPST menyetujui perombakan di kursi Dewan Komisaris. Angga Raka Prabowo kini dipercaya menjabat sebagai Komisaris Utama.

Ia akan disokong oleh barisan Komisaris Independen yang diisi oleh Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim, serta tiga Komisaris yaitu Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.

​Di sisi lain, nakhoda operasional tidak bergeser. Dian Siswarini tetap dipercaya memimpin sebagai Direktur Utama, bahu-membahu bersama delapan direktur lainnya untuk mengawal masa depan digital TelkomGroup.

​Berikut adalah susunan lengkap Jajaran Direksi Telkom yang bertahan:

  • Direktur Utama: Dian Siswarini
  • Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
  • Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
  • Direktur Network: Nanang Hendarno
  • Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji
  • Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba
  • Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi
  • Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana. St
Share This Article
Exit mobile version